Babakan Siliwangi Bandung, Hutan Kota Pertama di Indonesia

17 Likes Comment
Babakan Siliwangi

Babakan Siliwangi Bandung atau yang lebih terkenal dengan sebutan Baksil, merupakan area hijau yang berada di pusat kota. Luasnya yang kurang lebih mencapai 3,8 Ha dengan vegetasi yang cukup rapat, membuat area ini layak disebut sebagai hutan kota.

Sebagai hutan kota, Babakan Siliwangi Bandung sebenarnya bukanlah hutan buatan yang baru ada beberapa waktu ke belakang. Lebih dari itu, Baksil bisa dikatakan sebagai bagian dari ekosistem hutan di Bandung yang masih bertahan hingga kini. Dengan kata lain, Baksil adalah sisa-sisa dari hutan purba Bandung.

Sekilas Sejarah

Dilihat dari topografi, wilayah Baksil merupakan kawasan lembah yang dibentuk oleh Sungai Cikapundung. proses pembentukannya telah terjadi  sejak puluhan ribu tahun lalu. Karenanya wajar jika wiayah ini memiliki keterkaitan yang erat dengan sejarah dan budaya masyarakat Bandung.

Pada masa kolonial, kawasan ini sudah dikenal sebagai greenbelt kota Bandung dengan nama Lebak Gede. Karenanya, ahli tata kota Bandung di tahun 1920 kemudian merencanakan serta menetapkan kawasan ini sebagai hutan kota.

Peruntukan hutan kota ini ternyata mencakup aspek sosial, di mana warga setempat bisa mengelola Babakan Siliwangi Bandung ini sebagai wilayah perebunan. Hal ini terbukti dari pendirian taman Botani dan zoologi di sekitar Baksil yang kini dikenal sebagai Tamansari dan Kebun Binatang Bandung. Bukan hanya itu, taman bunga dan kolam ikan pun didirikan di sekitar Cihampelas yang kemudian terkenal dengan Pemandian Cihampelas. Sayang, pemandian ini tak bisa diselamatkan dari roda-roda pembangunan yang tak ramah lingkungan.

Di masa pendudukan Jepang, pendirian museum di kawasan ini telah masuk dalam rencana pembangunan. Namun, rencana tersebut berakhir seiring dengan menyerahnya Jepang pada Sekutu.

Pada tahun 50-80’an, terjadi komersialisasi untuk pertama kalinya. Pendirian warung makan dan taman seni sebagai wujud dari pengembangan fisik kawasan ini. Perubahan nama dari Lebak Gede menjadi Lebak Siliwangi dan Babakan Siliwangi pun terjadi di era ini.

Di era 90’an, pengembangan fisik semakin terasa dan mempersempit  kawasan ini. Bukti nyatannya adalah berdirinya Sabuga sebagai bagian dari ITB. Pada tahun 2001, komersialisasi semakin menjadi dengan rencana pemkot untuk mendirikan pusat perbelanjaan di kawasan ini.

Di masa inilah kontroversi  besar-besaran berupa penolakan warga terhadap pembangunan wilayah ini terjadi. Gugatan dan perjuangan warga pun menemukan hasil setelah dideklarasiannya kawasan Babakan Siliwangi Bandung ini sebagai hutan kota  pertama di Indonesia oleh PBB.  Sebagai hutan kota, Baksil bukan hanya memiliki fungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai wahana rekreasi yang murah.

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *