Keraton Kasepuhan Cirebon, Saksi Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Barat

14 Likes comments off
Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon bukan hanya sebuah bangunan biasa. Keraton ini menjadi saksi sejarah awal mula terbentuknya Cirebon, serta perkembangan sejarah Islam di Jawa Barat.

Penting untuk disadari bahwa kemajuan suatu peradaban sangat dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat akan nilai sejarah.

Keraton Kasepuhan Cirebon berperan sebagai media yang mampu mengenalkan dan menyadarkan masyarakat tentang bukti dan pentingnya sejarah.

Lokasi Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan terletak di Jl. Kasepuhan No.43, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya sangat mudah dijangkau, hanya sekitar 4 kilometer dari Terminal Harjamukti.

Dari Stasiun Cirebon, jaraknya sekitar 3,5 kilometer. Pengunjung dapat memilih berbagai moda transportasi untuk mencapai Keraton Kasepuhan.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Harga tiket masuk untuk mengunjungi Keraton Kasepuhan adalah Rp. 15.000 per orang. Namun, terdapat tarif khusus untuk pelajar yang berbeda dengan harga tiket reguler.

Keraton Kasepuhan dapat dikunjungi setiap hari dengan jam operasional dari pukul 08.00 hingga 18.00.

Ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati keindahan dan keberagaman budaya yang ditawarkan oleh keraton ini dalam jangka waktu yang luas setiap hari.

Daya Tarik Wisata

Tentunya Keraton Kasepuhan yang ada di Cirebon ini menyimpan berbagai daya tarik wisata. Berikut beberapa daya tarik wisata Keraton Kasepuhan Cirebon:

1. Desain Arsitektur yang Bersejarah

Dalam zaman modern ini, sedikit sekali bangunan yang dibangun dengan mempertimbangkan nilai filosofis, baik dalam tata letaknya, bentuk bangunan, maupun arsitekturnya, jika dibandingkan dengan bangunan-bangunan pada masa lampau.

Bangunan-bangunan kuno sering kali dipenuhi dengan makna filosofis yang mendalam yang tercermin dalam struktur fisik mereka, seperti yang terlihat pada Keraton Kasepuhan dan keraton lainnya di Cirebon yang semuanya menghadap ke utara.

Arsitektur Keraton Kasepuhan menampilkan konsep akulturasi budaya yang mencakup elemen-elemen dari budaya Jawa, Tiongkok, dan Eropa.

Selain itu, area luar Keraton Kasepuhan memiliki dua gerbang utama yang tidak hanya sebagai sarana masuk, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang dalam.

Gerbang Kreteg Pangrawit, yang berada di utara, dan Lawang Sanga, di selatan, merupakan contoh dari konsep filosofis yang terwujud dalam arsitektur mereka.

Salah satu contoh nyata dari nilai filosofis adalah jumlah tiang penyangga pendopo di dalam Keraton Kasepuhan.

Tiang penyangga yang berjumlah lima melambangkan Rukun Islam, sementara tiang yang berjumlah enam melambangkan Rukun Iman, mencerminkan kedalaman makna spiritual yang terkandung dalam struktur bangunan ini.

2. Bangunan Selain Keraton

Keraton Kasepuhan Cirebon meliputi area seluas sekitar 26 hektar, yang mencakup tidak hanya keraton itu sendiri, tetapi juga beberapa bangunan lain di sekitarnya.

Di antara bangunan-bangunan tersebut terdapat Pancaratna, Lapangan Giyanti, Siti Inggil, Langgar Agung, Bangsal Pringgadani, Bangsal Parabayaksa, dan Bangsal Panembahan.

Setiap bangunan ini memiliki peran dan nilai sejarahnya sendiri dalam kompleksitas budaya dan arsitektur yang melambangkan kekayaan warisan budaya Keraton Kasepuhan.

3. Terdapat Museum

Salah satu daya tarik utama Keraton Kasepuhan Cirebon adalah museumnya yang menampilkan barang-barang bersejarah dengan nilai sakral.

Penataan koleksi tersebut didasarkan pada masa kepemimpinan yang berbeda, termasuk masa Pangeran Cakrabuana, Sunan Gunung Jati, dan para Sultan Cirebon.

Salah satu artefak bersejarah yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Kereta Kencana Singa Barong, kendaraan legendaris yang digunakan oleh Sunan Gunung Jati.

Demikianlah sedikit review yang bisa dibagikan terkait dengan Keraton Kasepuhan Cirebon. Jadi untuk wisata edukasi serta sejarah di Cirebon, Keraton Kasepuhan dapat menjadi rekomendasi.

You might like