Keraton Kanoman Cirebon, Objek Wisata Sejarah Sekaligus Edukasi

27 Likes comments off
Keraton Kanoman Cirebon

Keraton Kanoman Cirebon adalah salah satu situs bersejarah yang berada di Kota Cirebon, sekaligus menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon. Keraton ini merupakan saksi dari berdirinya kerajaan di kota udang itu dan bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang sangat mengesankan bagi para pengunjung.

Keraton Kanoman memiliki luas sekitar 6 hektar. Terdapat beberapa pintu masuk, masing-masing dengan nama, fungsi, serta makna dan filosofi yang mendalam. Hal yang menarik dari keraton ini adalah masih dihuni oleh Sultan ke-12, Raja Muhammad Emiruddin, beserta keluarganya.

Lokasi Keraton Kanoman

Keraton Kanoman Cirebon terletak di belakang Pasar Kanoman, tepatnya di Jalan Kanoman No. 40, Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasi ini memudahkan akses bagi siapa pun yang ingin mengunjungi keraton tersebut.

Dengan posisi yang strategis di pusat kota, keraton ini menjadi tujuan wisata sejarah yang mudah dijangkau. Keberadaannya di dekat pasar juga menambah nilai tambah karena pengunjung bisa menikmati pengalaman berbelanja sekaligus mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Cirebon.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Keraton Kanoman Cirebon menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- untuk pelajar dan Rp. 15.000,- untuk pengunjung umum. Selain itu, pengunjung yang ingin memasuki museum harus membayar tiket tambahan sebesar Rp. 15.000,-.

Keraton ini beroperasi setiap hari, dari Senin hingga Minggu, dengan jam buka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Jadwal operasional yang fleksibel ini memungkinkan pengunjung untuk merencanakan kunjungan mereka dengan lebih leluasa, baik di hari kerja maupun akhir pekan.

Daya Tarik Wisata Keraton Kanoman

Keraton Kanoman di Cirebon merupakan objek wisata sejarah serta edukasi yang tentunya memiliki banyak daya tarik. Berikut beberapa hal menarik yang bisa diketahui:

1. Lawang (Pintu Masuk) yang Memiliki Filosofi Berbeda-beda

Salah satu daya tarik utama Keraton Kanoman Cirebon adalah keberadaan beberapa pintu, yang dikenal sebagai lawang, masing-masing dengan nama dan filosofi yang unik. Pintu-pintu tersebut meliputi Lawang Syahadat, Lawang Kiblat, Lawang Siblawong, dan Lawang Kejaksan.

Setiap lawang memiliki makna dan tujuan khusus, serta berfungsi sebagai pintu masuk ke berbagai area dalam keraton. Keberagaman nama dan filosofi ini mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah yang ada di dalam keraton, menjadikannya tempat yang menarik bagi para pengunjung yang ingin mendalami nilai-nilai budaya Cirebon.

2. Tujuh Sumur Keraton

Daya tarik lain dari Keraton Kanoman Cirebon adalah adanya tujuh sumur yang dipercaya memiliki keistimewaan dan fungsi khusus sesuai dengan keinginan masing-masing individu. Sumur-sumur ini terletak di Kebon Jimat, sebuah area sakral dan pribadi milik keluarga Keraton.

Dari tujuh sumur tersebut, dua di antaranya berada di dalam kedaton dan hanya dapat dilihat pada hari-hari tertentu. Salah satu sumur yang terkenal adalah Sumur Penganten, yang diyakini sebagai peninggalan dari zaman Wali Songo.

Sumur ini dipercaya dapat membantu perempuan dalam mendapatkan jodoh setelah mandi atau mencuci muka di sana. Kepercayaan dan tradisi ini menambah daya tarik keraton sebagai destinasi wisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

3. Gedung Pusaka

Gedung Pusaka, sesuai dengan namanya, adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan pusaka. Beragam pusaka disimpan di dalam gedung ini, yang dikenal dengan nama Gedung Pusaka.

Demikianlah sedikit review tentang Keraton Kanoman Cirebon, objek wisata sejarah yang patut untuk dikunjungi. Tentunya tempat ini menjadi rekomendasi wisata edukasi yang menarik di Cirebon. Selain yang sudah disebutkan diatas, masih banyak lagi hal-hal menarik di Keraton Kanoman.

You might like