Eksotisme Pulau Biawak Indramayu Jawa Barat

Pulau Biawak Indramayu

Pulau Biawak Indramayu | Foto : www(dot)kaskus(dot)co(dot)id

Pulau Biawak di Kabupaten Indramayu Jawa Barat memang tidak sepopuler Pulau Komodo di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau yang memiliki julukan The Land of Dragon ini terkenal sebagai surga baru bagi penyelam.

Pulau Biawak terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Untuk bisa mencapai pulau ini, pengunjung harus menyebrangi Laut Jawa dan Pelabuhan Karangsong Indramayu, Jawa Barat. Perjalanan menyebrangi Laut Jawa dan Palebuhan Karangsong ini membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam. Oleh karena itulah, perjalanan menuju Pulau Biawak ini biasa dilakukan pada dini hari.

Dermaga Di Pulau Biawak

Dermaga Di Pulau Biawak | Foto : www(dot)kaskus(dot)co(dot)id

Pemandangan alam di Pulau Biawak Indramayu yang memiliki luas sekitar 120 hektar, masih sangat asri dan indah. Mengingat, pulau ini masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Kekayaan alam yang masih terjaga kelestariannya, seperti pasir putih dan tanaman bakau yang masih rimbun, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke pulau tersebut. Tidak sedikit wisatawan yang memanfaatkan muara Pantai Biawak sebagai tempat yang asyik untuk menyelam atau sekedar snorkling.

Biawak Di Pulau Biawak

Biawak Di Pulau Biawak | Foto : travel(dot)detik(dot)com

Seperti namanya, pulau yang terletak di Indramayu tersebut dihuni oleh ratusan satwa biawak. Biawak yang ada di sekitaran pulau ini memiliki ukuran yang beragam dengan panjang berkisar 1,5 hingga 2 meter. Satwa ini terbilang unik, karena dapat hidup dan berkembangbiak di habitat air asin.

Habitat Biawak

Habitat Biawak | Foto : dhamadharma(dot)wordpress(dot)com

Salah satu satwa dari jenis reptil ini terlihat akrab dengan pengunjung. Bahkan, bagi pengunjung yang memiliki keberanian cukup, dapat dengan mudah berinteraksi dengan biawak-biawak tersebut. Hal ini dapat aman dilakukan, karena kebanyakan biawak disini terlihat jinak secara sendirinya.

Interaksi Biawak dengan Wisatawan Di Land of Dragon

Interaksi Biawak dengan Wisatawan Di Land of Dragon | Foto : foto(dot)tempo(dot)co

Meskipun terlihat jinak, bukan berarti biawak-biawak disini bisa diperlakukan dengan seenaknya. Pengunjung tidak diperkenankan untuk membunuh, membawanya pulang, atau melukai hewan reptil tersebut. Hal ini dikarenakan, warga sekitar pulau tersebut masih memiliki kepercayaan untuk tetap menjaga dan melestarikan kekayaan alam yang ada disekitar The Land of Dragon tersebut.

Wisata Di Pulau Biawak

Wisata Di Pulau Biawak | Foto : galuhsitompul(dot)blogspot(dot)com

Pulau Biawak sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melakukan hiking, outbound, memancing, menyelam, atau sekadar berfoto selfie.

Hal-hal Di Pulau Biawak

Pulau Biawak

Pulau Biawak | Foto : www(dot)femina(dot)co(dot)id

Secara administratif, Pulau Biawak berada di wilayah Desa Pabean Ilir, Kabupaten Indramayu. Pulau yang berjuluk The Land of Dragon ini terletak di lepas Pantai Laut Jawa, 40 kilometer dari utara Indramayu. Luas pulau ini berkisar 120 hektar yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu 80 hektar hutan bakau, dan 40 hektar lagi merupakan lahan hutan pantai atau darat.

Pulau Biawak yang masih Perawan

Pulau Biawak yang masih Perawan | Foto : muhammadjanu(dot)blogspot(dot)com

Pulau Biawak Indramayu ini dikategorikan kedalam pulau atau hutan perawan, karena kondisi pulau tersebut yang masih asri dan benar-benar terjaga. Tidak heran jika semua kekayaan alam yang tersedia disini masih sangat natural.

Tidak hanya banyak biawak-biawak yang bisa berinteraksi dengan wisatawan, di Pulau Biawak ini juga terdapat mercusuar yang usianya sekitar 143 tahun. Mercusuar ini dibangun pada masa pemerintahan ZM Willem III tahun 1872. Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berdiri kokoh dengan ketinggian yang mencapai 65 meter. Dengan lampu suar bertenaga surya, mercusuar ini masih banyak dimanfaatkan oleh para nelayan.

Mercusuar Di Pulau Biawak

Mercusuar Di Pulau Biawak | Foto : iewenkphotos(dot)com

Selain itu, disini juga terdapat makam Ulama Syeh Syarif Hasan yang merupakan penduduk asli Cirebon yang menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa Barat. Ada juga makam-makam Belanda yang menurut penjaga Pulau Biawak adalah makam pendiri mercusuar di pulau tersebut.

Mercusuar

Mercusuar | Foto : www(dot)backpackerindonesia(dot)com

Selain tempat-tempat wisatanya yang menarik, Pulau Biawak juga menyimpan beberapa cerita mitos yang masih dipercayai oleh warga sekitar. Banyak warga yang mempercayai jika ada wisatawan yang membawa, melukai, atau bahkan mengonsumsi daging biawak dari pulau ini maka tidak akan dapat menemukan jalan pulang.

Tidak hanya itu, warga sekitar juga mempercayai adanya satu biawak yang merupakan asuhan dari Nyonya Belanda sejak zaman dahulu. Biawak asuhan Nyonya Belanda ini memiliki ciri corak kalung dilehernya yang tidak dimiliki oleh biawak-biawak pada umumnya.

Makam Tokoh Di Pulau Biawak

Makam Tokoh Di Pulau Biawak | Foto : tyosukma(dot)wordpress(dot)com

Ada juga yang menyebutkan bahwa disini juga terdapat seekor kepiting besar yang memiliki panjang hingga 30 centimeter. Kepiting ini berjalan sangat lamban. Namun, bagi yang melihatnya dilarang untuk menangkapnya. Kepiting ini merupakan jelmaan gaib penunggu Pulau tersebut. Konon, bagi siapa saja yang melihat kepiting tersebut kelak akan mendapat rejeki yang melimpah.

Penasaran dengan Pulau Biawak Indramayu tersebut? Ayo Segera agendakan waktu liburan Anda.

Leave a Reply