Olahan Daging Ular di Istana Raja Kobra

Olahan Daging Ular

Olahan Daging Ular | Foto : regional(dot)kompas(dot)com

Tidak banyak orang yang berani menyantap olahan daging ular. Selain membayangkan ular sebagai hewan reptile yang menakutkan dan berbahaya, daging ular bukan santapan lazim seperti ayam atau sapi. Tentu  saja, ada rasa jijik yang muncul untuk pertama kali saat daging ular dihidangkan di atas meja makan.

Sebenarnya, kita tidak perlu terkejut dengan olahan daging ular yang dijual bebas. Hampir di semua daerah ada yang menjual menu semacam ini. Bandung pun tidak mau ketinggalan. Di salah satu restoran bertajuk Istana Raja Kobra, pengunjung dapat memesan beraneka menu dari hewan ular.

Istana Raja Kobra Bandung

Istana Raja Kobra Bandung | Foto : www(dot)infobdg(dot)com

Meski Istana Raja Kobra menyuguhkan menu yang sangat tidak biasa dikonsumsi, namun tetap saja ada pengunjung yang datang. Ada yang sekadar ingin mencari pengalaman mencicipi daging ular, ada pula yang menjadikannya semacam kebiasaan. Dalam arti kata, mereka wajib menyantap daging ular ini per periode tertentu. Misal, seminggu sekali, sebulan sekali, atau sebagainya. Alasannya, karena daging ular menyimpan berjuta manfaat untuk tubuh. Sehingga penting untuk dikonsumsi.

Menu olahan daging ular yang paling populer dari restoran ini terdiri dari:

Darah ular

Darah Ular

Darah Ular | Foto : thebestuniquephotos(dot)blogspot(dot)com

Whueekkss! Membayangkan minum darah ular saja pasti sudah sangat menjijikkan, apalagi benar-benar meminumnya secara langsung, bukan? Anda yang tidak bernyali dengan santapan ekstrim, memang sebaiknya melambaikan tangan saja. Tapi, bagi Anda yang berkepentingan mendapatkan manfaatnya, bolehlah sekali-sekali mencobanya.

Yang terbesit dalam pikiran Anda adalah bau amis darah. Darah apa saja pasti mengandung bau amis yang bikin mual. Apalagi bila ditambah dengan empedu. Wah, rasanya pasti tidak karu-karuan. Tapi, menu darah ular di Istana Ular Kobra tidak demikian. Sebab darah ular Kobra yang disajikan dalam cangkir kopi sudah diracik dengan bahan-bahan lain, yakni madu dan arak tradisional China. Sehingga yang terasa di lidah adalah manis madu tanpa bau amis sama sekali.

Sup Ular

Sup Ular di istana Raja Kobra Bandung

Sup Ular di istana Raja Kobra Bandung | Foto : wisbenbae(dot)blogspot(dot)com

Sup ular disajikan sebagaimana sup ayam pada umumnya. Ular yang digunakan adalah jenis Phyton, sebab berdaging lebih tebal dibandingkan jenis ular lain. Pertama-tama ular dikuliti terlebih dahulu, dipotong-potong, lalu direbus untuk menghasilkan kaldu. Setelah itu, daging ular yang telah direbus disuir-suir untuk kemudian diolah bersama bumbu-bumbu sup. Dapat disantap bersama perasan jeruk dan sambal rawit.

Daging Ular Bakar/Goreng

Menu Olahan Ular

Menu Olahan Ular | Foto : spynet(dot)ru

Sekilas, daging ular bakar atau goreng tampak seperti dendeng goreng biasa. Ketika di dalam mulut pun rasanya tidak jauh berbeda. Empuk dan berserat. Daging ular bakar atau goreng dapat dimakan bersama nasi dengan cocolan sambal.

Demikian beberapa olahan daging ular yang bisa ditemui di Istana Raja Kobra. Perlu diingat, jangan coba-coba menyantap ular jika Anda tidak yakin manfaatnya. Sebab, ajaran agama tertentu melarang keras menyantap ular bila bukan karena sesuatu hal yang bersifat genting.

Leave a Reply