Nasi Goreng Mafia, Tempat Makan Enak di Bandung yang Populer

21 Likes Comment
Nasi Goreng Mafia

Sebagai menu paling populer di Indonesia, bukan merupakan hal yang sulit menemukan tempat makan enak di Bandung 2013 yang menyediakan masakan nasi goreng. Salah satunya yaitu Nasi Goreng Mafia yang terletak di Jalan Jalaprang nomor 24. Meski belum begitu lama dibuka, tapi resto ini langsung mendapat sambutan yang sangat hangat dari para pencinta wisata kuliner.

Nasi Goreng Mafia, Tempat Makan Enak di Bandung yang Populer

Keunikannya

Resto ini memiliki ukuran yang sedang-sedang saja, tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Selaras dengan penamaannya, sebagian dekorasi dindingnya dipenuhi dengan gambar yang menunjukan sosok-sosok dari mafia. Namun tidak ada kesan seram dari gambar tersebut karena wujudnya hanya berupa gambar kartun saja.

Jumlah pengunjungnya selalu ramai, namun sebagian ada yang tidak langsung menyantapnya di resto tersebut tapi dibawa pulang atau dibungkus. Bahkan karena begitu riuhnya, sering terlihat para pelayan yang hilir mudik melayani para pemesan.

Yang paling unik adalah, setiap pelayan selalu menyapa dan memanggil para pengunjung dengan sebutan ‘bos’. Kemungkinan hal ini untuk menyelaraskan dengan tema yang diusung yaitu mafia atau preman, dimana para pelayan menempatkan dirinya sebagai anak buah dan pelanggan atau pengunjung dianggap sebagai bos mafia.

Demikian pula dengan menu masakannya, masing-masing juga dikasih nama yang merujuk pada organisasi yang berkaitan dengan dunia mafia.

Pilihan Menu Nasi Goreng

Namanya saja resto nasi goreng, tentu sajian utama yang dijajakan oleh tempat makan enak di Bandung ini juga nasi yang digoreng. Makanan tersebut terdiri dari enam varian. Masing-masing bernama God Father, Gangster, Preman, Triad, Yakuza dan Brandal. Dari kesemua menu tersebut, yang rasanya paling tidak pedas adalah God Father.

Selain itu God Father juga dibandrol dengan harga paling murah, sekitar 11.000 rupiah per satu porsi. Sedangkan yang paling mahal adalah Brandal, 17.000 ribu. Setiap varian hanya memiliki selisih satu hingga dua ribu rupiah saja.

Karena setiap menu pesanan dimasak sendiri-sendiri, maka pengunjung harus bersedia bersabar diri untuk menunggu pesanannya. Apalagi lagi ketika sedang ramai, sekitar 45 menit nasi goreng baru disajikan.

Nasi gorengnya sendiri diletakan di atas piring putih dengan ukuran porsi yang cukup besar. Di atas atau toppingnya dikasih terlur dadar jika pengunjung mau memesannya. Namun untuk telur dadar ini, harganya dihitung sendiri tiga ribu rupiah.

Selain rasanya yang lezat, tempat makan enak di Bandung 2013 ini juga menyediakan lokasi parkir yang bisa menampung beberapa motor. Tapi jika memakai mobil sepertinya pengunjung harus mencari tempat parkir sendiri.

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *