Sepercik Sejarah, Ikon Bandung di Parapatan Lima

Ikon Bandung

Ikon Bandung | Foto : www.skyscrapercity.com

Salah satu ikon Bandung yang memiliki sejarah panjang adalah Parapatan Lima Bandung. Parapatan lima yang juga berarti perempatan lima, sebenarnya merupakan istilah setempat untuk menyebut simpang lima. Masyarakat Bandung memang lebih senang menggeneralisir istilah persimpangan jalan, berapa pun jumlahnya dengan istilah parapatan atau perempatan.

Parapatan lima sendiri dibentuk oleh pertemuan 5 jalan utama di Kota Bandung. Dua jalan yang mengarah ke Barat, yaitu jalan A. Yani dan Jalan Gatot Subroto. Dua jalan ini kemudian bertemu di pintu Jalan Asia Afrika, Bandung. Dua ruas lainnya adalah Jalan Karapitan yang mengarah dari Selatan ke utara menuju jalan Sunda. Pertemuan lima ruas jalan inilah yang pada akhirnya disebut sebagai parapatan lima Bandung.

Parapatan Lima Bandung Tempo Dulu

Parapatan Lima Bandung Tempo Dulu | Foto : www.delcampe.net

Di era 80 hingga awal 90’an, parapatan lima sebagai ikon Bandung ini sangat terkenal dengan lampu lalulintas dan air mancurnya. Di samping juga area komersil di ujung Jalan A. Yani yang berupa pertokoan dan rumah makan Cina. Lampu lalulintas di era ini memang menggantung di atas jalan dan bisa dilihat dari bebarapa sisi. Penggunaan lampu gantung yang bisa dilihat dari banyak arah di parapatan lima, sebenarnya  suatu hal yang wajar, mengingat di masa itu, lima ruas  jalan yang bertemu di parapatan lima masih dua arah.

Sementara di tengah jalan, air mancur dengan ketinggian dan tekanan semburannya yang kencang, seolah tak pernah kehabisan air. Percikan air mancur tersebut, memang kerap membasahi kaca-kaca mobil atau membasahi penumpang yang sengaja membuka kacanya. Namun demikian, inilah hal utama yang kerap membangkitan kenangan tentang parapatan lima dan air mancurnya.

Sejarah Parapatan Lima Bandung

Sejarah Parapatan Lima Bandung | Foto : bandungsae.com

Dalam sejarahnya, prapatan lima terus dipugar tanpa mengubah bentuk utamanya sebagai ikon, yaitu air mancur. Satu hal yang disayangkan, ikon Bandung yang menjadi saksi bersejarah ini, tak kunjung selesai dalam pemugarannya. Entah sampai kapan parapatan lima ini bisa dinikmati kembali sebagai salah satu ikon yang mempercantik wajah kota Bandung.

Terlebih dengan semakin berkembangnya arus wisata dan kegiatan fotografi, bukan tak mungkin jika keindahan parapatan lima bisa menjadi salah satu objek wisata yang memikat. Tertarik untuk mengetahui seperti apa parapatan lima saat ini? Datang saja ke Bandung dan telusuri jalan Gatot Subroto dan A. Yani menuju ke Alun-alun atau telusuri jalan karapitan menuju ke Jalan Sunda.

Leave a Reply