Komunitas Reptil Bandung Mengedukasi Masyarakat Dengan Reptil

Komunitas Reptil Bandung

Komunitas Reptil Bandung | Foto : kamusenang.blogspot.com

Mengedukasi masyarakat dengan reptil adalah cara yang diupayakan Komunitas Reptil Bandung (KRB) untuk lebih cinta terhadap lingkungan dan makhluk hidupnya. Karena komunitas ini adalah komunitas reptil, maka edukasi yang diberikan adalah segala informasi yang berkaitan dengan reptil.

Komunitas yanga telah berdiri sejak tahun 2009 ini, sebenarnya merupakan salah satu dari sekian banyak pecinta reptil di Bandung. Seperti halnya komunitas lain yang serupa, Komunitas Reptil Bandung aktif dalam beragam kegiatan yang berkaitan dengan sosialisasi reptil, baik di Bandung mau pun di skala Indonesia.

Komunitas Reptil Bandung Mengedukasi Masyarakat Dengan Reptil

Tujuan Komunitas

Secara khusus, komunitas ini memiliki misi untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama anggota komunitas dalam semangat kekeluargaan. Bertanggung jawab dan peduli yang dimaksud, tentunya dalam bentuk karya yang berguna bagi anggota, masyarakat dan reptil.

Karya menurut komunitas ini adalah menyediakan beragam informasi yang berkaitan dengan dengan reptil, agar masyarakat lebih mengenal dan tahu seperti apa kehidupan reptil. Dengan tahu, akan tumbuh kesadaran dalam masyarakat perihal pentingnya reptil dalam sebuah ekosistem. Jika pengetahuan tentang reptil dan ekosistemnya telah dipahami oleh masyarakat, maka pandangan negatir masyarakat terhadap reptil akan berkurang. Dengan demikian, kelestarian reptil di alam bebas akan tetap terjaga.

Kampanye yang Dilakukan

Kelompok ini pun memiliki satu kampanye yang berhubngan dengan kelestarian reptil di alam bebas. Tentunya kampanye ini masih berhubungan dengan mengedukasi masyarakat dengan reptil. Kampanye yang dimaksud adalah menolak terjadinya eksploitasi kulit reptil yang tujuannya hanya untuk peningkatan ekonomi. Terutama eksploitasi terhadap reptil yang dilakukan melalui pemburuan liar. Sebab cara seperti ini, bukan hanya mengurangi populasi reptil di alam liar dengan cepat, namun juga akan berdampak pada keseimbangan ekologi.

Bagaimana pun ekologi berkaitan dengan rantai makanan. Sementara reptil dalam ekosistemnya bisa dikatakan sebagai rantai makanan tertinggi. Jika rantai makanan ini terputus, maka predator bagi rantai makanan yang paling bawah akan hilang. Hal ini menyebabkan rantai makanan terbawah akan berkembang biak dengan cepat dan aman. Jika perkembangan terjadi dengan sangat cepat, konsekwensi logisnya adalah serangan hama. Semisal serangan hama tikus yang diakibatkan oleh hilangnya predator semisal ular.

Bukan hanya itu, komuitas ini pun memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara merawat reptil yang benar untuk dijadikan peliharaan yang menarik dan bersahabat. Juga cara menangani seseorang yang terserang reptil seperti digigit ular, biawak atau jika dililit oleh ular. Dengan usahanya ini, wajar jika mengedukasi masyarakat dengan reptil adalah cara paling cepat untuk menyosialisasikan seberapa pentingnya kelestarian reptil terhadap keseimbangan ekosistem.

Leave a Reply