Produk PT Dirgantara Indonesia, Kebanggaan dalam Negeri

Dirgantara Indonesia

Dirgantara Indonesia | Foto : www.indonesian-aerospace.com

PT Dirgantara Indonesia merupakan salah satu perusahaan strategis yang dimiliki Indonesia. Perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Pajajaran, Bandung, ini merupakan perusahaan produsen pesawat pertama di Asia Tenggara. Perusahaan yang awalnya bernama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) ini sudah ada sejak tahun 1976. Perusahaan ini didirikan oleh Mantan Presiden Indonesia, B.J. Habibie.

Produk PT Dirgantara Indonesia, Kebanggaan dalam Negeri

Saat masa awal jayanya, perusahaan ini banyak bekerja sama dengan banyak produsen pesawat kelas dunia. Saat itu, ada ribuan pekerja lokal dan asing yang bekerja di perusahaan ini. Salah satu pesawat rancangan perusahaan ini adalah N 250. Perusahaan ini mengalami masa kemunduran sejak krisis melanda Indonesia pda tahun 1998. Sejak saat itu, kemunduran mulai terlihat dari berkurangnya tenaga kerja dan produksi. Produksi pesawat N 250 juga terbengkalai.

Setelah sekian lama tenggelam, saat ini PT Dirgantara Indonesia sudah mulai menggeliat. Mereka mulai memproduksi dan juga merancang pesawat perintis dengan nama N 219. Selain pesawat yang masih dalam rancangan ini, PT DI sudah memiliki beberapa barang produksi yang berhubungan dengan dirgantara, berikut ini diantaranya :

1. Pesawat Sayap Tetap

PT DI memproduksi banyak pesawat, namun banyak yang sudah dihentikan. Beberapa pesawat yang pernah diproduksi PT DI adalah CN-235, NC-212, N-219, Sikumbang, Belalang, Gelatik (lisensi dari CEKOP Polandia), N-245 (pengembangan kapasitas dari versi CN-235), N-250 (tahap uji terbang versi prototype), dan N-2130 (dihentikan setelah krisis tahun 1997).

2. Komponen Pesawat

PT Dirgantara Indonesia juga banyak membuat komponen pesawat untuk pesawat produk luar negeri. Beberapa komponen yang diproduksi PT DI adalah komponen sayap untuk berbagai pesawat, seperti Boeng 737; Boeing 767; Airbus A320; Airbus A330; Airbus A340; Airbus A380; Airbus A350, serta komponen ekor untuk Sukhoi Superjet.

3. Helikopter

PT DI juga memproduksi beberapa helikopter, diantaranya adalah NBK 117, NBO 105 (lisensi dari MBB Jerman, sudah banyak dipakai di Indensia namun dihentikan produksinya sejak Juli 2011), NAS 330 Puma (lisensi dari perusahaan Perancis, Aerospatiale), Eurocopter 332 Super Puma, Eurocapter Ecureuil sebagai pengganti NBO 105, Eurocapter Fennec juga sebagai pengganti NBO 105, Eurocapter EC725, dan Tailboom serta fuselage dari EC 225 dan ED 725.

4. Produk Lain

PT DI juga membuat beberapa produk lain seperti Hovercraft, SUT Torpedo, turbin uap 2 MW, dan turbin uap 4 MW.

Itulah macam-macam produk PT Dirgantara Indonesia, perusahaan strategis yang sempat berjaya yang mulai menggeliat kembali.

Leave a Reply