Menyusuri Pinggiran Kota Bandung Dengan KRD

Menyusuri Pinggiran Kota Bandung Dengan KRD

Menyusuri Pinggiran Kota Bandung Dengan KRD | Foto : fajarubercerita.blogspot.com

Menyusuri pinggiran Kota Bandung dengan KRD, adalah kegiatan yang seru. Menaiki kereta api dengan tiket murah ini, mampu mengantar penumpang untuk lebih mengenal tiap pinggiran Kota Bandung dari Cicalengka ke Padalarang dan sebaliknya.

Menyusuri Pinggiran Kota Bandung Dengan KRD

KRD Bandung

KRDĀ  adalah singkatan dari Kereta Rel Diesel, namun ada pula yang diplesetkan menjadi Kereta Rakyat Djelata. Memang KRD, terutama yang ekonomi sangat identik dengan rakyat. Artinya penumpangnya bukan kelas menengah atas, tetapi menengah bawah yang terdiri dari pekerja kasar, pedagang, pengamen dan masih banyak lagi. Tidak heran lebih dipilih oleh masyarakat, sebab tiketnya cukup murah. Untuk rute yang sedemikian panjang, Cicalengka-Padalarang hanya dikenakan tarif Rp 1.500 sekali berangkat. Namun akan lain halnya dengan KRD patas. KRD ini masih saudara dengan KRD ekonomi, namun harga tiketnya jauh berbeda yaitu Rp 10.000.

Meski murah dan cukup jorok, KRD ekonomi tidak pernah sepi dari penumpang. Di pagi hari, jika anda berangkat dari stasiun Bandung Kota maka suasana akan berjejalan. Ada anak sekolah yang tergesa takut telat, ibu-ibu yang akan berdagang atau pergi ke pasar, orang-orang dengan beragam profesi sampai para pengamen. Keadaan tersebut akan berulang saat sore, jam pulang kerja. Bahkan saat pulang kerja, bisa saja kita tidak perlu berpegangan meski berdiri sebab semua penumpang saling berhimpitan.

Menyusuri pinggiran kota Bandung dengan KRD, lebih baik dilakukan di antara jam berangkat dan pulang kerja. Sebab keadaan tidak terlalu ramai dan pastinya akan lebih santai saat menikmati pemandangan sekitar. KRD berangkat dari Cicalengka dan Padalarang sesuai jadwal yang ditetapkan KAI. Kereta ini berhenti di setiap stasiun sepanjang Cicalengka-Padalarang, di antaranya: Cicalengka, Haurpugur, Rancaekek, Cimekar, Kiara Condong, Cikudapateuh, Bandung, Ciroyom, Cimindi, Cimahi, Gadobangkong dan Padalarang.

Hampir semua kabupaten di Bandung terlewati. Ingat pula bahwa umumnya dekat statsiun terdapat pasar atau pusat kegiatan ekonomi lainnya. Sehingga dapat dipastikan di setiap pemberhentian tersebut ada tempat yang layak untuk dikunjungi. Bagi anda yang hendak berhemat, maka KRD adalah pilihan tepat. Sudah murah, pemandangan sepanjang perjalanan cukup sayang untuk dilewatkan.

Satu hari KRD melakukan perjalanan bolak-balik dengan rute yang sama sebanyak 8 kali, sehingga jangan khawatir tidak bisa berulang kali naik KRD. Tentu saja ada dua kereta KRD yang dipergunakan. Demikian artikel menyusuri pinggiran Kota Bandung dengan KRD. Selamat mencoba dan anda akan bakalan makin tertarik dengan Bandung.

Leave a Reply