Olahan Tulang Jambal di Rumah Makan Jambal Bandung

Rumah Makan Jambal Bandung

Rumah Makan Jambal Bandung | Foto : www.ceritaperut.com

Mencari rumah makan Jambal Bandung, tentu tak akan lepas dari Rumah Makan Tulang Jambal. Tempat ini terkenal juga dengan sebutan Rumah Makan Tulang Jambal Bu Windi yang berada di belakang salah satu Factory Outlete di Jalan Riau, lengkapnya di Jalan Ternate no 18, Bandung.

Di lokasi ini, Rumah Makan Tulang jambal, memang lebih cocok disebut sebagai rumah makan kecil. Namun, karena keunikannya rumah makan jambal Bandung ini berhasil melebarkan dan memperbesar skala usahanya dalam waktu yang relatif singkat. Saat ini, Rumah Makan Tulang Jambal menempati lokasi baru di jalan Sumur Bandung. Lokasi yang juga berpengaruh pada penamaan atau sebutan. Di tempat ini, Rumah makan ini dikenal juga sebagai Tulang Jambal Siliwangi.

Olahan Tulang Jambal di Rumah Makan Jambal Bandung

Di tempat barunya, rumah makan ini nyaris tak pernah sepi dari pengunjung. Terutama menjelang makan siang. Hal itu wajar, mengingat rumah makan ini memang bisa dikatakan sangat cocok sebagai tempat makan. Kecocokannya tentu saja ada pada menu ikan jambal yang memang lebih sesuai untuk dijadikan menu makan siang.

Menu

Dari namanya saja sudah dapat dipastikan jika Rumah Makan Jambal Bandung ini menyajikan ikan jambal sebagai menu utamanya. Namun, seperti juga namanya, bukan hanya daging ikan yang diolah menjadi menu makanan, tetapi juga tulang jambal.

Mendengar namanya saja, masyarakat awam mungkin akan menganggap jika tulang jambal ini berbau amis dan sangat tidak menarik untuk dipolah sebagai menu masakan. Terlebih menu masakan untuk dijual belikan. Namun, berbeda halnya dengan pengelila tempat ini. tulang jambal diolah sedemikian rupa hingga menjadi menu yang tak hanya unik, menarik tetapi juga memiliki citarasa yang sangat lezat.

Hilangnya bau amis mungkin menjadi salah satu keunikan dari pengolahan tulang jambal. Namun citarasa lain antara asin dan bumbu pedas, kerap membuat pengunjung seketika merasa ketagihan. Dari citarasa yang mampu membuat pengunjung menjadi ketagihan tersebut, kiranya wajar jika tempat ini memiliki banyak pelanggan setia.

Rasa ketagihan dan pelanggan setia itu terbukti dengan hasil diraihnya. Bayangkan saja, hanya dengan mengolah tulang jambal, pengelola setiap harinya mampu menghabiskan sekurangnya 400 hingga 500 porsi hanya untuk nasi tulang jambal saja. Jumlah demikian tentu saja bukan jumlah yang sedikit untuk ukuran rumah makan. Terlebih dengan patokan harga antara 15.000 hingga 20.000 rupiah, maka bisa dibayangkan seberapa besar omzet yang didapat per hari hanya dari nasi tulang jambal. Belum lagi dari menu lain seperti ayam dan gepuk.

Tertarik untuk menyicipi seperti apa nasi tulang jambal tersebut, datanglah ke Rumah Makan Jambal Bandung ini sebelum atau di waktu makan siang. Sebab setelah makan siang, tulang jambal biasanya telah ludes tanpa sisa.

Leave a Reply