Rujak Ciherang Bandung yang Melegenda

Rujak Ciherang Bandung

Rujak Ciherang Bandung | Foto : tabloidinfowisata.com

Pernahkah Anda mencoba atau sekedar mendengar tentang rujak Ciherang Bandung? Rujak Ciherang ini sudah ada sejak dulu. Cita rasanya yang unik dengan aroma buah honje atau kecombrang membuat rujak Ciherang ini memiliki keunikan tersendiri. Seperti apa rujak Ciherang ini? Mari simak informasinya berikut.

Rujak Ciherang Bandung yang Melegenda

Sekilas tentang Rujak Ciherang Bandung

Anda tentu sudah tahu rujak. Makanan dari berbagai jenis buah-buahan yang dipotong-potong kemudian diberi bumbu ini memang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia di manapun. Salah satunya di daerah Bandung. Di Bandung terdapat sebuah produk rujak yang sudah terkenal sejak dulu. Namanya Rujak Ciherang. Dinamakan demikian karena dijual di jalan Ciherang No. 81 Banjaran, Bandung. Namun, kini, rujak Ciherang ini bisa ditemukan di berberapa tempat seperti di jalan Sadu Soreang, dan jalan Warung Lobak Soreang.

Pusat rujak Ciherang yang ada di jalan Ciherang ini tempatnya cuku sederhana. Di sana terdapat beberapa toples bumbu rujak. Di sini, Anda bisa menikmati rujak Ciherang di tempat atau membeli bumbunya saja untuk di bawa ke rumah. Bumbu yang disediakan dalam toples-toples ini bisa bertahan hingga  3 bulan lamanya bahkan lebih jika disimpan di lemari es.

Isi Rujak Ciherang

Rujak Ciherang Bandung ini terdiri atas berbagai irisan buah-buahan seperti bengkoang, nanas, kedondong, mangga mua, jambu air, ubi merah dan mentimun. Variasi buah-buahan ini akan berganti-ganti sesuai dengan perubahan musim buah-buahan. Irisan buah-buahan ini akan disiram dnegan bumbu rujak yang memiliki aroma khas. Jam buka warung ini dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore.  Mengenai harganya, untuk satu porsi rujak yang dimakan di tempat, Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp. 5.000 saja. Sedangkan untuk bumbu dalam kemasan toples dihargai sekitar Rp. 20.000 saja. Tak hanya rujak, di sini juga dijual berbagai makanan khas Sunda lain seperti sirup bandrek, opak (semacam keripik dari tepung ketan), berondong jagung, dan kecimpring (sejenis keripik dari parutan singkong).

Meski belum setenar makanan khas lainnya, tapi secara perlahan rujak Ciherang ini mulai dikenal masyarakat luas. Banyak pengunjung dari luar kota yang membeli bumbu rujak Ciherang di Bandung ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga atau teman. Pengunjung akan terlihat lebih banyak di akhir pekan atau hari libur dibanding hari-hari biasanya.

Demikinalah informasi tentang rujak Ciherang Bandung. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Leave a Reply