Yuk Rasakan Sensasi Makanan Pedas di Warung Nasi Ibu Imas

Warung Nasi Ibu Imas

Warung Nasi Ibu Imas | Foto : www.shu-travelographer.com

Warung nasi Ibu Imas, jika mendengar namanya pemikiran kita mungkin akan mengarah pada warung nasi rumahan yang keberadaannya dibuat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa atau pelajar. Secara lokasi, pendapat seperti itu bisa saja benar, mengingat warung ini bersebelahan dengan SMA Pasundan 1 di kawasan Kebon Kalapa Bandung. Namun, kenyataannya, warung nasi ini tidak dikhususkan untuk pelajar, tetapi untuk masyarakat umum. Baik penduduk Bandung mau pun luar Bandung.

Yuk Rasakan Sensasi Makanan Pedas di Warung Nasi Ibu Imas

Sensasi Sambal

Di awal pendiriannya, Warung Nasi Ibu Imas bisa dikatakan cukup berani. Sebab lokasinya berdekatan dengan Rumah Makan Ampera yang pertama di Kota Bandung. Sajiannya cukup umum, hanya ayam bakar tahu dan tempe. Namun demikian, keberanian tersebut ternyata mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal itu terjadi karena sensasi yang dihadirkan pada sambalnya. Sensasi yang dimaksud adalah rasa pedas dan panas yang teramat sangat, ditambah dengan nasi dan lauk pauk hangat yang membuat mulut enggan untuk berhenti mengunyah.

Pengunjung yang baru pertama kali merasakan “edannya” sambal Bu Imas, mungkin akan terkejut, berkeringat dan berdesis yang dalam istilah setempat disebut seuhah. Namun, sensasi inilah yang justru menjadi ciri khas warung nasi ini di banding dengan warung nasi lainnya. Jika bisa dikatakan, warung ini adalah pelopor berdirinya warung-warung nasi dengan sensasi pedas.

Lokasi

Hingga saat ini, Warung Nasi Bu Imas memiliki dua kedai yang berada di lokasi yang berdekatan. Satu lokasi di samping SMA Pasundan 1, satu lagi tepat di depan warung makan sunda Ampera. Untuk mencapainya sangatlah mudah sebab warung ini berada di seberang ITC Bandung, yang dulunya merupakan stasiun Kebon Kalapa.

Jika memakai kendaraan pribadi bisa menitipkan kedaraan untuk parkir di ITC. Atau jika ingin memarkir kendaraan tepat di di depan warung ini, pengunjung harus memutar jalan melalui jalan Dewi Sartika. Alasannya adalah, jalan utama yang menghubungkan warung ini adalah jalan satu arah.

Di sinilah sebenarnya letak kehebatan warung ini, di mana jarang sekali ada warung yang memilih mendirikan usahanya di jalan satu arah. Dengan kata lain lokasi warung tersebut bisa dikatakan sangat tidak strategis untuk kegiatan usaha. Namun dengan kepiawaian dalam hal bisnis yangditunjukkan lewat keunikannya, warung ini bukan hanya bertahan, namun terbukti berkembang.

Perkembangannya tidak hanya dilihat dari kepemilikan tempat usaha, tetapi juga keberagaman menu dan tentunya, pengunjung yang tak pernah sepi. Dengan segala keunikannya, wajar kiranya jika keberadaan warung Nasi Ibu Imas ini masuk dalam kategori wisata kuliner di Kota Bandung.

Leave a Reply