Monumen di Bandung, Antara Narcis dan Penentu Arah

Monumen di Bandung

Monumen di Bandung | Foto : www.kaskus.co.id

Monumen di Bandung, seperti juga monumen-monumen di kota lainnya kerap dijadikan sebagai bukti otentik bahwa seseorang pernah mengunjungi kota dengan cara berfoto di bawah monumen atau menjadikan monumen tersebut sebagai latar belakang. Hal tersebut wajar, mengingat monumen adalah bukti terkuat yang juga bisa menjadi ikon atau simbol utama sebuah wilayah atau kota.

Monumen di Bandung sebenarnya sangat banyak, baik yang dibangun semasa kolonialisme Belanda, mau pun yang dibuat setelah masa kemerdekaan. Apa pun itu, setiap monumen tentunya memiliki latar belakang dan sejaran yang berbeda, sebab monumen biasanya merupakan pertanda atau simbol peringatan terhadap moment atau peristiwa tertentu.

Di samping berfungsi sebagai simbol peringatan terhadap peristiwa, monumen pun kerap dijadikan sebagai patokan atau penentu arah, bagi mereka yang merasa tersesat atau tak mengetahui jalanan di kota Bandung. Lalu, apa saja monumen penting yang mencakup semua uraian di atas?penting yang mencakup semua uraian di atas? berikut adalah ulasannya.

Monumen di Bandung, Antara Narcis dan Penentu Arah

Monumen Bandung Lautan Api

Monumen ini didirikan untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi di Bandung Selatan. Karenanya, lokasi monumen ini cenderung berada di Bandung Selatan. Lokasi tepatnya adalah di Tegal Lega yang berada di arah selatan Alun-Alun Bandung. Monumen ini dilengkapi juga dengan taman dan lapangan yang kerap digunakan dalam even-even hiburan.

Monumen ini pun kerap digunakan sebagai patokan ke tempat-tempat tertentu, seperti arah ke terminal Leuwi Panjang, Rumah Sakit Imanuel, PT INTI, arah ke Moh. Toha, Cibaduyut dan seterusnya.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Terletak di Jl Dipati Ukur tepat di depan Rektorat UNPAD. Secara visual dan tata letak, monumen ini saling berhadapan dengan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Monumen ini sebenarnya berada di ruas jalan, namun karena di awal pembukaannya, jalan di monumen ini seringkali digunakan sebagai trek balap motor liar.

Pemanfaatan negatif seperti itu, tentu saja mengundang banyak persoalan antara lain kemacetan, keramaian yang mengundang huru-hara atau keributan hingga masalah utama yang berkaitan dengan kecelakaan.

Monumen Kereta Api

Salah satu monumen di Bandung ini sebenarnya merupakan lokomotif tua yang sengaja diletakkan tepat di depan pitu masuk lama Stasiun Bandung dan batas antara wilayah stasiun kereta dengan stasiun Hall (Stasiun angkot). Letaknya memang tak terlihat di muka jalan, kecuali jika kita melintas di jalan depan pintu lama stasiun Bandung yang terhubung langsung ke Jalan Pasir Kaliki dan Pascal Hyper Square Bandung. Selain ketiga monumen tersebut, masih banyak lagi monumen-monumen lainnya di Kota Bandung.

Leave a Reply