Benarkah Komunitas Underground Itu Komunitas Urakan?

Komunitas Underground

Komunitas Underground | Foto : www.tribunnews.com

Benarkah komunitas underground itu ukomunitas urakan? Pertanyaan tersebut mungkin saja didasari pada penampilan komunitas ini yang memang memberikan kesan urakan. Penampilan dengan pakaian hitam, baju dekil, rambut mowhak, piercing dan tatto ini memang merupakan pemandangan umum sebagai wujud penampilan anggota komunitas ini. namun, seperti juga kata pepatah, ”Don’t judge a book by its cover” yang menunjukkan bahwa penampilan luar sama sekali tak menunjukkan apa yang ada di dalamnya.

Benarkah Komunitas Underground Itu Komunitas Urakan?

DIY

“Do it Yourself” adalah falsafah umum yang mungkin mengarah pada kebebasan berekspresi. Ekspresi yang dituangkan bukan hanya dalam bermusik atau berkesenian, tetapi juga dalam kehidupan sebagai gaya dan cara hidupnya. Gaya dan cara hidup yang ekspresionis inilah yang kemudian menghasilkan citra urakan pada komunitas ini.

Disebut urakan mungkin saja benar, namun bukan berarti juga komuitas ini bersikap ugal-ugalan. Sebab, di balik urakannya tersebut, segudang prestasi telah diraihnya meski gema prestasi yang sangat besar itu hanya terdengar di kalangannya sendiri.

Prestasi yang diraih tentu saja berawal dari konsistensi dan kecerdasan kelompoknya. Satu hal yang menjadi kesadaran dalam kelompok ini adalah pendidikan. Mereka percaya bahwa pendidikan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup. Pendidikan bukan hanya bisa membuka pintu kerja melalui lapangan pekerjaan. Namun pendidikan adalah pintu gerbang untuk menuju keluasan wawasan. Dengan wawasan inilah komunitas ini hidup. Sebab dalam wawasan yang luas pasti akan terbentuk jaringan yang juga luas.

Bukti keluasan jaringannya adalah, setidaknya sudah lebih dari 40 ribu anggota yang tergabung dalam komunitas underground ini. Puluhan ribu anggota ini adalah jaringan utama dalam industri kreatif yang menunjang kelangsungan hidup komuintas ini. dengan demikian bisa dikatakan bahwa komunitas ini hidup sekaligus menghidupi sendiri komunitasnya dalam label minoritas dalam pemahaman umum.

Falsafah Lainnya

“Panceg dina galur” atau kukuh pada jalan hidup adalah falsafah yang dikeluarkan oleh salah satu pentolan di komunitas ini. Falsafah ini cenderung mengarah pada idealisme dan konsistensi dalam berkarya. Kendati karya yang dihasilkannya berbeda, namun justru keunikan seperti itulah yang mereka cari. Sehingga karya-karya yang dihasilkan baik dalam berkesenian mau pun dalam falsafah hidup benar-benar memiliki ciri khas.

Jika kembali ditanya benarkah komunitas underground itu urakan? Mengetahui dan menyelami langsung komunitas ini, mungkin akan memberikan sudut pandang lain atas konsep urakan tersebut.

Leave a Reply