Mengenal Bandung Bersama Komunitas Riset Cekungan Bandung

Kelompok Riset Cekungan Bandung

Kelompok Riset Cekungan Bandung | Foto : mbasic.facebook.com

Mengenal Bandung lebih dekat bisa dilakukan dengan beragam cara, termasuk berjalan-jalan bersama Komunitas Riset Cekungan Bandung (KRCB). Jalan-jalan yang dimaksud tentu saja bukan jalan-jalan biasa, tetapi diiringi dengan riset terutama tentang kondisi kebumian di Bandung. Kelompok ini memang konsen terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan Bandung sebagai kota yang berada di kawasan cekungan.

Wilayah cekungan yang dimaksud sebenarnya sangat berkaitan dengan sejarah pembentukan dataran Bandung tempo dulu. Berdasarkan penelitian, Bandung awalnya adalah sebuah danau purba yang sangat besar, hingga satu saat dinding danau tersebut bocor dan dalam waktu yang sangat lama air di danau purba tersebut benar-benar habis. Berdasarkan kisah dan legenda, air di danau Bandung keluar lewat saluran yang bernama Sang Hyang Tikoro.

Cerita di atas hanyalah salah satu dari sekian banyak teori yang berhubungan dengan cekungan Bandung. Apa  pun teorinya, satu hal yang pasti bahwa Bandung sebagai cekungan memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap perubahan iklim akibat polusi. Hal tersebut terjadi karena polusi yang berada di wilayah cekungan memiliki kecenderungan untuk tetap diam di wilayah tersebut. artinya, warga bandung memiliki potensi yang sangat besar terhadap risiko penyakit yang diakibatkan polusi.

Mengenal Bandung Bersama Komunitas Riset Cekungan Bandung

Sejarah Kelompok Riset Cekungan Bandung

Komunitas Riset Cekungan Bandung didirikan pada tahun 1999 untuk menjawab tantangan dan pemetaan terhadap wilayah Bandung secara holistik yang dilakukan oleh dosen ITB, Geoteknologi LIPI juga beberapa mahasiswa. Tantangan ini disebabkan karena masalah kebumian yang ada saat ini masih berkembang sebatas teori tanpa sedikit pun memperhatikan konsep perubahan alam.

Hingga beberapa dosen ITB dikirim ke Jepang untuk melanjutkan study, ide untuk berjalan-jalan sambil meneliti kondisi kebumian Bandung pun tercetus. Ide ini sebenarnya mengadopsi kegiatan komunitas yang ada di Jepang di mana dosen, mahasiswa, peneliti, swasta hingga masyarakat umum kerap mengagendakan jalan-jalan untuk memahami kondisi geografis dari wilayahnya. Satu hal yang unik adalah, semua peserta memiliki kedudukan yang sama, dalam artian semua inginmendapatkan ilmu dan pemahaman dari beragam sudut pandang.

Ide itulah yang kemudian diadopsi oleh KRCB, di mana setiap anggota atau peserta berhak menjadi pemateri, sebab pada dasarnya semua orang memiliki sudut pandang dan penelaahan yang berbeda terhadap objek yang diamatinya. Uniknya, tanpa pernah disangka ide seperti ini ternyata menghasilkan berjalannya proses riset dan penelitian menjadi semakin baik, begitu pun dengan data yang didapatkan sebab mempertimbangkan banyak hal.

Itulah pembahasan mengenai komunitas atau Komunitas Riset Cekungan Bandung yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Leave a Reply