Nasionalisme di Balik Komunitas Musik Underground

Komunitas Musik Underground

Komunitas Musik Underground | Foto : keepmetalcore.blogspot.com

Mendengar nama Komunitas Musik Underground, kerangka berpikir kita mungkin akan segera merujuk pada sekelompok anak muda yang menyenangi musik-musik keras dengan tempo yang cepat. Atau merujuk pada sekelompok anak muda yang cenderung memiliki jiwa pemberontak terhadap sistem dan aturan yang ada.

Pendapat seperti itu sama sekali tak salah, sebab musik underground memang musik keras dengan lirik-lirik yang mayritas menyuarakan pemberontakkan. Begitu pun dengan harmonisasinya yang seolah memberikan pemberontakkan bagi telinga untuk sekadar dinikmati.

Namun, di balik semua itu, musik underground dan komunitasnya ternyata memiliki ideologis kebangsaan atau nasionalisme yang sangat tinggi. Ideologisnya memang dimulai dari kelompok dengan memperkuat solidaritasnya. Satu contoh kongkret dari ideologi kebangsaan tersebut adalah memasukkan beberapa unsur kesenian dan alat musik daerah dalam lagu yang dianggap keras tersebut.

Hal itu semata-mata dilakukan karena kecintaan dan keresahan mereka terhadap berkurangnya animo masyarakat terhadap kebudayaannya sendiri. keresahan yang tentu saja bisa dianggap sebagai kritik pemberontakkan bagi komunitas yang dianggap pemberontak.

Nasionalisme di Balik Komunitas Musik Underground

Eksistensi Komunitas

Keberadaan Komunitas Musik Underground di Bandung tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya komunitas ini memiliki akar rumput yang teramat kuat dan tak goyah oleh perkembangan zaman. Pusat komunitas ini berada di wilayah Ujung Berung, Bandung yang memang telah dikenal bukan hanya di Nusantara, tetapi hingga ke manca negara.

Banyak group musik yang mengusung aliran Hard Core dan Green Core lahir di tempat ini. Katakan saja Jasad, Burger Kill dan sebagainya. Ketenaran komunitas ini semakin melejit saat diadakannya Bandung Berisik di akhir 1996. Satu rentang masa yang juga merupakan masa keemasan bagi musik underground. Bahkan, Bandung Brisik bisa dikatakan sebagai satu-satunya even yang berhasil merekatkan group-group dan komunitas underground se Indonesia.

Eksistensi Kebangsaan

Sedikitnya telah diulas di atas bahwa komunitas musik jenis ini sangat konsen dan perduli terhadap kebudayaan nasional, terutama kebudayaan-kebudayaan daerah. Bukan hanya itu, eksistensi dan solidaritas kelompoknya terasa semakin kuat, terutama dengan berkiprahnya beberapa group yang terahir dalam komunitas ini di kancah internasional.

Sebuah prestasi yang tentunya mengharumkan nama bangsa meski kerap dituding sebagai kaum pemberontak. Uniknya, stigma seperti ini perlahan dikikis terutaa dengan masuknya kalangan akademisi yang mengajak masyarakat luas untuk membuka diri dan menerima komuitas ini sebagai komunitas yang positif. Semisal ajakan langsung dari Rektor Universitas Padjadjaran untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda bersama Komunitas Musik Underground ini.

Leave a Reply