Perjuangan Eksistensi Musik Blues oleh Bandung Blues Society

Bandung Blues Society

Bandung Blues Society | Foto : gudangdusta.tumblr.com

Blues merupakan salah satu genre musik tertua. Genre ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap musik pop modern, termasuk rock n roll atau bahkan jazz. Di Indonesia sendiri, gaung genre ini belumlah sebesar genre-genre musik lain. Di kota Bandung khususnya, blues mulai menggeliat bersama Bandung Blues Society (BBS).

Perjuangan Eksistensi Musik Blues oleh Bandung Blues Society

BBS merupakan komunitas yang menyelamatkan eksistensi musik blues di Bandung khususnya. Pembentukan masyarakat blues ini mulanya digagas oleh Miko ‘Protonema’. Komunitas ini dimaksudkan sebagai jembatan antara musisi senior dan pada musisi baru. Pada awalnya memang komunitas ini tidak mengkhususkan diri pada musik blues.

Baru pada 8 Maret 2008, mulailah mengerucut selera komunitas ini pada aliran blues. Blues menjadi pilihan karena dianggap merupakan akar dari semua aliran musik pop modern. Pada saat pertunjukan pertama yang diadakan komunitas ini, beberapa band yang tampil tidak beraliran blues murni, namun tetap ada pengaruh-pengaruh aliran ini dalam musik yang mereka bawakan.

Sejak itu, komunitas ini mulai mengadakan kegiatan rutin setiap bulannya. Mereka biasanya melakukan pertunjukan atau diskusi seputar blues di Bumi Sangkuriang, Jalan Ki Putih Ciumbuleuit. Aktivitas ini sempat terhenti sejak tahun 2010. Mereka kemudian banyak mengalihkan perhatian pada kampus-kampus. Mereka mulai mengenalkan genre blues kepada musisi dan penikmat musik kawula muda di kampus-kampus.

Bandung Blues Society terbuka bagi semua orang. Kita bisa bergabung dengan komunitas ini, asal menyukai atau paling tidak penasaran dengan musik blues. Sistem anggota dari komunitas ini memang tidak terdata secara formal. Namun sejak berdiri, sudah 25 band yang lahir dari adanya BBS. Beberapa band yang masih aktif adalah Ogoy and 24 Hours Blues, Ginda and The White Flowers, dan Uncle Traff.

BBS sempat berusaha membuat album kompilasi pada tahun 2009. Namun album ini tidak sempat dirilis karena kesulitan menembus jalur major. Blues memang memiliki pasar yang tidak besar, dibandingkan dengan jazz, metal, atau reggae misalnya. Walau begitu, komunitas ini tetap solid, karena penikmat musik blues akan selalu ada. Genre musik yang sudah mengakar ini memang bisa ditemukan sisa-sisanya di berbagai genre musik pop lain, sehingga tidak terlalu susah didengarkan dan dicerna telinga.

Blues memang mulai dikenal oleh publik Bandung sejak adanya BBS. Pada masa awal-awal pertunjukkan yang diadakan Bandung Blues Society, ada ratusan penonton yang bisa hadir. Genre blues juga tidak lagi diidentikan dengan musik orang tua. Kawula muda makin banyak yang melirik genre musik yang merupakan akar dari berbagai aliran musik pop modern.

Leave a Reply