Asyiknya Makan Sambil Nonton Di Warung Misbar

Warung Misbar

Warung Misbar | Foto : www.youtube.com

Makan sambil nonton di warung misbar, pastinya asyik. Bukan hanya suasana yang beda namun film-film yang ditayangkan tentu akan membuat bernostalgia. Memang film yang diputar adalah film jaman dahulu. Selain film, kondisi layar tancap juga membuat suasana makin santai dan akrab.

Asyiknya Makan Sambil Nonton Di Warung Misbar

Warung Misbar

Misbar adalah singkatan dari gerimis-bubar. Kondisi ini terjadi saat orang jaman dahulu yang belum kenal bioskop atau tidak mempunyai uang untuk ke bioskop, melihat layar tancap. Layar tancap memang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Tidak ada tiket masuk, umumnya diadakan oleh pemerintah atau swasta yang mengadakan promosi.

Layar tancap biasanya diadakan di lapangan alias ruang terbuka. Karena ruang terbuka secara otomatis, semua kejadian alam harus diterima. Jika udara lagi sangat dingin ya bawalah sarung atau jaket yang memadai agar tidak masuk angin. Kalau lagi panas, lumayan buat mendinginkan badan. Lha, kalau gerimis ya bubar saja agar tidak menggigil. Unik bukan?

Kondisi inilah yang diangkat oleh pemilik warung Misbar. Bukannya dijual di tempat terbukan, namun suasana layar tancap yang dihadirkan dengan sedemikian lengkap. Pertama masuk, banyak poster bintang film era 70-an, seperti: Deddy Mizwar, Sophan Sophian, Benyamin S. sampai Trio Warkop Dono Kasino dan Indro. Belum cukup sampai di situ, pengunjung dipersilah untuk mengambil makanan sendiri alias prasmanan. Kemudian pilihan tempat duduk juga bebas.

Umumnya sih memilih depan layar tancep tapi kalau malam minggu selalu penuh jika datang terlambat. Kalau sudah habis ya duduk di tempat seadanya. Jika mengajak banyak teman bisa lesehan di depan layar. Untuk tempat minumnya disediakan tempat seperti warung kopi, yang dilengkapi pula dengan penjual kerak telor, cendol dan otak-otak. Lengkap kan suasana layar tancepnya.

Makan sambil nonton di warung Misbar tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Aneka ragam masakan ala rumahan yang disajikan dibanderol antara Rp 3000 sampai Rp 20.000. Sangat tergantung lauk yang dipilih, sebab nasinya hanya seharga Rp 5.000. Sehingga jangan heran banyak ditemui mahasiswa di tempat ini.

Rasa masakannya pun khas rumah, enak dan berasa bumbunya. Selama makan pengunjung bisa tertawa cekikikan akibat ulah Warkop DKI atau Benyamin S. Bukan hanya suasana dan makan yang disajikan dalam kehangatan khas rakyat, pelayan, koki da kasir di tempat ini juga sangat ramah. Maka pengunjung seakan berada di Indonesia jaman dahulu, dimana semua orangnya ramah.

Untuk puas makan sambil nonton di warung Misbar anda dapat pergi ke Jl. R.E. Martadinata 28A atau dikenal pula jalan Riau, Bandung. Dijamin berasa tempo dulu dalam suasana yang hangat dan akrab.


Add Comment