Kegiatan Urban Farming di Kota bersama Bandung Berkebun

Kegiatan Urban Farming Bandung

Kegiatan Urban Farming Bandung | Foto : green.kompasiana.com

Pemerintah Kota Bandung mulai menggelorakan kembali kegiatan Pertanian Kota, atau yang lebih populer disebut dengan Urban Farming. Kegiatan ini telah populer di beberapa tempat di Bandung, salah satunya di Sekolah Alam Bandung, Dago Utara. Di tempat ini, lahan kecil yang hanya seluas empat puluh meter persegi disulap menjadi kebun kecil yang ditanami berbagai sayuran.

Beberapa sayurna yang ditanam di tempat ini adalah kacang panjang, mentimun, kangkung, dan pakcoy. Pemilihan sayuran ini dikarenakan kemudahan dalam perawatan dan kecepatannya untuk dipanen.

Kegiatan Urban Farming di Kota bersama Bandung Berkebun

Salah satu komunitas yang mendukung Urban Farming adalah Bandung Berkebun. Bandung Berkebun memang mendukung aktivitas berkebun di kota, terutama dengan tanaman atau sayuran. Komunitas ini rajin mengadakan acara edukasi kepada warga untuk mempromosikan cara berkebun di perkotaan. Berkebun di kota bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan di tengah keruwetan kehidupan modern.

Kebun yang ada di Sekolah Alam Bandung juga merupakan program dari Bandung Berkebun. Komunitas yang menggalakan kegiatan urban farming ini memang mengajarkan kepada warga kota tentang dasar-dasar berkebun. Berbagai sayuran di kebun itu sangat cepat besar dan dipanen. Hanya dalam lima minggu, berbagai sayuran yang ditanam itu sudah bisa kita panen. Dengan iklim Bandung yang relatif sejuk, sayuran tertentu memang lebih mudah tumbuh dengan maksimal.

Dana untuk membuat kebun di kota tidaklah mahal. Dengan dana kurang dari lima puluh ribu kita bisa membeli kantung bibit, pupuk organik, serta pestisida organik. Untuk itu, tidak ada salahnya jika kita menggalakan kegiatan urban farming ini.

Membuat kebun di kota memang tidak selalu bertujuan untuk dikonsumi. Kita mungkin bisa menanam tanaman hias yang indah. Di tengah polusi udara yang melanda kota, ada kekhawatiran bahwa sayuran yang ditanam tidak layak makan. Namun hal ini sebenarnya merupakan kekhawatiran yang belum terbukti dengan pasti.

Membuat kebun di kota memang memiliki tujuan untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada. Jangan sampai lahan kosong ini malah dibangun bangunan, sehingga mengurangi lahan resapan air di kota. Selain itu, berkebun juga merupakan kegiatan alternatif yang bisa mengurangi tingkat stres, yang sering melanda masyarakat perkotaan.

Menanam tanaman dan kemudian melihat tumbuh dan bisa dipanen merupakan sebuah kepuasan sendiri. Selain itu, tanaman hijau merupakan produsen oksigen. Semakin banyak tanaman yang ditanam di perkotaan berarti semakin banyak penyumbang oksigen bagi kehidupan. Melihat berbagai manfaat yang ada, tidak ada salahnya kita ikut serta dalam kegiatan urban farming di lingkungan sekitar kita.

Leave a Reply