Mengenal Macam-macam Bambu Di Saung Mang Udjo

Saung Mang Udjo

Saung Mang Udjo | Foto : joyriderbandung.blogspot.com

Segalanya bambu di saung Mang Udjo, memang benar adanya. Di sini tempat duduk, ornamen dan alat musiknya terbuat dari bambu. Di bagian luar saung dihias dengan rimbunan tanaman bambu. Sungguh khas tradisional sunda.

Mengenal Macam-macam Bambu Di Saung Mang Udjo

Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo atau lazim disingkat SAU adalah tempat kerajinan tangan dan workshop instrumen musik khas sunda yang terbuat dari bambu. Paling terkenal adalah angklungnya, meski tersedia jenis alat musik bambu lainnya. SAU juga mempunyai tujuan menjadi sebuah laboratorium kependidikan dan pusat belajar guna melestarikan kebudayaan sunda, terkhusus alat musik angklung.

SAU didirikan oleh Udjo Ngagalena bersama istrinya Uum Sumiati, di tahun 1966. Maksudnya adalah sebagaimana yang telah disebutkan, untuk memelihara seni dan budaya klasik sunda. Sunda selalu identik dengan bambu.

Segalanya bambu di saung Mang Udjo yang terletak di Jalan Padasuka 118, Bandung terbukti dari alam sekitarnya dan interior. Saat pertama datang maka tampak, bangunan saung dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan bambu. Selanjutnya saat masuk, maka interior ruangannya secara keseluruhan juga terbuat dari bambu. Alat musik sebagai tujuan utamanya yaitu angklung juga terbuat dari bambu. Benar-benar pengunjung dimanjakan dengan kealamiahan bambu.

SAU makin dikenal oleh masyarakat sebab senantiasa mengadakan pertunjukkan khusus. Waktu pertunjukkan dipilih pada pagi atau siang hari. Selain diadakan dalam SAU, kegiatan juga dilakukan di luar lingkungan saung seperti di sasana budaya ganesha ITB. Kegiatan luar tersebut, cenderung berupa undangan.

Selain memamerkan permainan angklung yang eksotis, pengunjung juga dapat membeli aneka kerajinan bambu. Selain kerajinan tentu saja dapat dibeli beragam alat musik tradisional seperti: angklung, arumba dan calung. Tentu saja kerajinan ini laris manis dibeli, sebab sebagai bukti telah mengunjungi SAU. Selain pengunjung domestik, tentu saja wisatawan mancanegara sangat tertarik dengan pertunjukkan tradisional tersebut. Sehingga tidak heran pertunjukkan atau kunjungan ke SAU menjadi bagian dari tour wisata Bandung.

Bandung memang identik dengan angklung dan setiap wisatawan yang berkunjung ke Bandung, berharap bisa memainkan alat musik tradisional tersebut. Angklung dan pembuatannya  adalah suatu adi karya yang terdiri dari keterampilan dan keahlian untuk menciptakan bunyi-bunyian indah.

SAU didirikan atas kecintaan Udjo terhadap seni tradisional daerahnya. Sehingga ia berpesan bahwa lakukanlah segala sesuatu dengan penuh kecintaan. Tidak dapat dipungkiri, sesuatu yang dilakukan dengan kecintaan tentu akan menghasilkan karya yang luar biasa. Buktinya meski pendiri SAU yaitu Udjo Ngagalena telah berpulang, karyanya masih dapat dinikmati dan mampu menghibur banyak orang.

Demikian artikel segalanya bambu di saung mang udjo. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply