Peduli Alam Dengan Komunitas Sahabat Kota Bandung

Peduli Alam Dengan Komunitas Sahabat Kota

Peduli Alam Dengan Komunitas Sahabat Kota | Foto : www.youtube.com

Peduli alam dengan Komunitas Sahabat Kota (KSK), bukanlah omong kosong. Komunitas yang berdiri di tahun 2007 ini memang bertujuan mengajak, utamanya anak-anak untuk lebih mengenal lingkungannya. Bukan hanya mengenal namun juga berbuat sesuatu untuk lebih peduli dengan alam sekitar.

Peduli Alam Dengan Komunitas Sahabat Kota Bandung

Komunitas Sahabat Kota

KSK adalah salah satu komunitas di Bandung, di antara banyaknya komunitas yang lain. Bandung sendiri, memang tempatnya orang kreatif. Sehingga diperkirakan di Bandung-lah wadah komunitas terbesar se Asia Tenggara. Komunitas yang berkembang tidak sebatas hobi, namun juga penyelamatan alam dan lingkungan.

Di tahun 2007, 6 pemuda dan pemudi asal Bandung memprakarsai berdirinya KSK. Komunitas ini berdiri dengan latar belakang, keinginan untuk membuat sebanyak mungkin orang peduli terhadap lingkungannya. Tentu saja tidak mungkin mengajak orang-orang dewasa, terlibat langsung dalam beragam kegiatan. Maka anak-anak menjadi target utama kegiatan komunitas ini.

Kegiatan paling awal setelah berdirinya KSK, adalah mengisi liburan panjang sekolah dengan penjelajahan kota. Penjelajahan tersebut dilakukan dalam suasana yang seru, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi kota dan kemudian berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang ramah. Konsep yang sangat bagus, sebab anak-anak merupakan generasi penerus yang sudah seharusnya cukup tanggap pada lingkungan sekitar.

Inti dari kegiatan KSK adalah pendidikan lingkungan hidup. Pendidikan yang diperuntukkan anak-anak, agar lebih mengenal lingkungannya. Bukan hanya mengenal melalui tulisan, namun melihatnya secara nyata. Setelah mengalaminya atau melihat secara nyata, mereka diajak untuk mewujudkan kebaikan atau kepedulian atas lingkungan tersebut.

Peduli alam dengan komunitas sahabat kota, dapat diwujudkan dengan keteraturan organisasi. Salah satunya dengan memberikan sebutan “adik” bagi anak-anak usia 8-13 tahun yang merupakan sasaran utama. Sedangkan yang lebih dewasa berperan sebagai “kakak relawan” yang berfungsi menjadi pendamping bagi adik-adiknya. Pendampingan dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok beranggotakan 7 anak, sehingga pendampingan tetap bisa personal.

Konsep pendidikan yang dipergunakan dalam KSK adalah Education for Sustainable Development, dengan peran aktif seluruh peserta. Hasilnya hingga saat ini sudah 1000 anak dan pemuda tersentuh dengan program ini dan 200 orang telah menjadi relawan. Kegiatan komunitas ini sangat bagus dan patut untuk dijadikan contoh nyata bagi guru atau pendidik di lembaga formal. Makin tertarik dan ingin tahu lebih banyak, maka kunjungi kisahsahabatkota.wordpress.com.

Demikian artikel tentang peduli alam dengan komunitas sahabat kota. Semoga bermanfaat dan mari cintai dan lestarikan alam sekitar.

4 Comments

  1. ahmad jaki September 6, 2015
  2. ichsan saputra December 23, 2015
  3. Hena April June 13, 2016
  4. Anonymous June 22, 2016

Leave a Reply