Gowes Sambil Bergaya bersama Paguyuban Sapedah Baheula

Paguyuban Sapedah Baheula

Paguyuban Sapedah Baheula | Foto : andriekw.blogspot.com

Bersepeda tidak hanya dilakukan untuk tujuan transportasi. Kita bisa bersepeda untuk tujuan kesehatan sampai bergaya. Paguyuban Sapedah Baheula (PSB) berusaha untuk memenuhi unsur bergaya dan berolahraga dengan berbagai kegiatan yang dilakukan. Dengan begitu, bersepeda akhirnya bisa menjadi gaya hidup yang dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat.

Gowes Sambil Bergaya bersama Paguyuban Sapedah Baheula

PSB yang merupakan singkatan dari Paguyuban Sapedah Baheula mulai terbentuk saat beberapa orang yang memiliki hobi bersepeda mulai berkeliling Kota Bandung pada tahun 2003. Akhirnya pada tanggal 31 Januari 2005, tiga puluh orang mewujudkan paguyuban ini. Berbeda dengan perkumpulan bersepeda lain, paguyuban ini mengkhususkan diri pada sepeda kuno atau sepeda onthel. Perkumpulan ini kemudian berkembang pesat sehingga terbentuklah struktur organisasi, atribut, aturan keuangan, lambang, dan aturan keanggotaan dari paguyuban ini.

PSB telah memiliki ratusan anggota yang tersebar di lima koordinator wilayah, antara lain di Bandung Utara, Bandung Tengah, Bandung Selatan, Bandung Timur, dan Bandung Barat. PSB sudah sering melakukan kegiatan berskala besar, baik di Bandung atau di luar kota. PSB juga rajin melakukan komunikasi dengan komunitas pecinta sepeda lawas di kota lain, seperti Cirebon hingga ke Jawa Tengah.

Kita bisa juga membeli berbagai koleksi sepeda dari para anggota PSB. Para anggota di Paguyuban Sapedah Baheula memang rutin untuk berbagi informasi seputar penjualan dan pembelian sepeda ontel, serta berbagai suku cadang yang sudah mulai susah didapat. Memang banyak anggota di PSB yang merupakan kolektor sepeda ontel, yang bisa berharga mencapai puluhan juta rupiah.

Salah satu kegiatan rutin dari PSB adalah dengan bersepeda setiap hari minggu. PSB biasanya berkumpul di Jalan Diponegoro, depan Museum Geologi Bandung. Mereka kemudian mengadakan pengarahan dan berbagi informasi dari pengurus. Acara kemudian dilanjutkan dengan berkeliling Kota Bandung. Selain menunggangi sepeda lawas, seringkali komunitas ini memakai busana dengan gaya jaman dulu, terutama pada masa kolonial Belanda. Tidak jarang anggota juga memakai baju tradisional saat bersepeda keliling kota.

Selain bersepeda, Paguyuban Sapedah Baheula juga memiliki banyak program lain. Kita bisa menyewa sepeda onthel untuk berbagai keperluan, terutama untuk foto pre wedding. Kita juga bisa menyewa pakaian dan atribut zaman dulu yang dimiliki oleh paguyuban ini. PSB juga sering mengadakan kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk melakukan promosi. Jika berminat, kita bisa saja bergabung dengan paguyuban ini. PSB terbuka bagi umum, terutama bagi mereka yang suka bersepeda dengan sepeda tua.

Leave a Reply