Nama Pasar Tradisional Paling Populer Di Bandung

Nama Pasar Tradisional

Nama Pasar Tradisional | Foto : kecamatancicalengka.wordpress.com

Nama pasar tradisional di bandung, sebaiknya diketahui. Tentu saja agar lebih mudah saat membutuhkan barang di pasar tradisional. Semua pasar tradisional sudah tentu memperoleh akses untuk kendaraan. Pasar memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

Nama-nama Pasar Tradisional Paling Populer Di Bandung

Pasar Tradisional

Bandung yang terkenal dengan kemegahan mall-nya, ternyata juga masih memiliki banyak pasar tradisional. Tentunya disebabkan oleh kebutuhan masyarakat akan barang yang murah dan baru. Dibandingkan dengan di supermarket atau hypermart, barang-barang seperti sayuran atau ikan lebih segar di pasar tradisional. Pedagang di pasar tradisional juga tidak memiliki fasilitas lemari pendingin untuk menjaga sayuran atau buahnya agar tetap segar. Sehingga dapat dipastikan sayur, buah dan ikan di pasar tradisional masih benar-benar baru.

Setidaknya ada 40 pasar tradisional di bandung. Pasar-pasar tersebut ada yang cukup buka pagi hingga siang hari, ada pula yang buka hampir 24 jam. Pasar Ciroyom contohnya buka mulai pukul 10 malam sampai 5 sore hari berikutnya. Penggemar pasar tradisional tidak terbatas usia dan jenis kelamin. Semua orang suka dengan pasar ini.

Nama pasar tradisional di bandung yaitu: Simpang Dago, Cihaurgeulis, Cikutra, Cicadas, Ujung Berung, Palasari, Balubur, Cicaheum, Puyuh, Gang Warta, Karang Anyar, Kebon Sirih, Wastukencana, Gempol, Gang Saleh, Kota Kembang, Lengkong, Rahayu, Binong, Saerun, Taman Senang, Arjuna, Gondoh, Sukamanah Amun, Sukahaji, Antapani, Sarirahayu. Selain yang telah disebutkan masih banyak pasar tradisional lainnya.

Ternyata cukup banyak pasar tradisional yang ada di bandung. Memang pasar tradisional umumnya ada di setiap kecamatan, bahkan terkadang satu kecamatan ada dua pasar tradisional. Tentu saja kehadiran pasar tersebut sangat tergantung pada besarnya minat konsumen. Suatu tempat kemudian dapat berubah fungsi menjadi pasar, dikarenakan makin banyak pedangan yang datang untuk menjual dagangannya.

Pasar tradisional umumnya identik dengan kekumuhan, becek, bau amis dan kotor. Begitu pula yang terjadi di bandung. Semua pasar tradisional keadaannya hampir sama. Meski demikian kotor, toh masyarakat tetap menjatuhkan pilihannya pada pasar tradisional. Bukan hanya masyarakat biasa atau warung sederhana yang membeli keperluan dapurnya di sini, hotel dan restoran mewah juga percaya barang pasar tradisional lebih bagus dan segar. Jadi masih saja parno untuk pergi ke pasar tradisional?

Demikian artikel nama pasar tradisional di bandung. Semoga bermanfaat dan selamat berbelanja.

Leave a Reply