Mencari Nuansa Mistis Di Kawah Putih Bandung

Nuansa Mistis Di Kawah Putih

Nuansa Mistis Di Kawah Putih | Foto : travel.detik.com

Nuansa mistis di Kawah Putih tidak diragukan lagi. Saat sampai di tempat wisata terkenal ini maka pengunjung akan disergap oleh bau belerang yang menyengat. Tidak hanya belerang, suasana putih kebiruan juga menambah kedamaian. Tidak heran tempat ini ramai pengunjung dan sekitarnya dibiarkan alami untuk menunjang keasriannya.

Mencari Nuansa Mistis Di Kawah Putih Bandung

Kawah Putih

Adalah Junghun yang terkenal membagi-bagi iklim di Indonesia, yang menemukan kawah putih pertama kali. Dahulu masyarakat setempat tidak berani mendekat dengan daerah ini. Mereka percaya bahwa daerah tersebut angker, sehingga burung pun tidak mau melintas di sekitar situ. Junghun yang tidak begitu saja percaya dengan cerita mistis penduduk, terus merangsek masuk ke hutan.

Sampai dekat kawah Junghun terpesona dengan pemandangan putih yang ada di hadapannya. Aroma belerang yang menyengat hidung memberikan jawaban, mengapa makhluk hidup tidak senang berada di sekitar kawah. Burung yang nekat melintas sudah pasti akan mati sia-sia masuk ke dalam kawah. Sejak penemuan tersebut, kawah putih mulai dikunjungi banyak orang.

Kawah putih terbentuk karena letusan Gunung Patuha di sekitar abad ke-10. Cekungan kawah tersebut kemudian terisi oleh air hujan dan bereaksi dengan belerang, sehingga pemandangannya tampak seperti sekarang.

Kawah putih berada pada ketinggian 2.400 dpl, tepatnya daerah Ciwidey, Bandung Selatan. Udara sekitarnya cukup sejuk bahkan cenderung dingin. Saat pertama datang pengunjung dimanjakan dengan pemandangan yang serba hijau. Kemudian makin ke atas mendekat kawah, maka aroma belerang menyergap. Selanjutnya pemandangan putih bercampur biru demikian eksotis terhampar. Air danaunya bisa berubah dari hijau telur asin atau coklat muda, dengan dasar danau putih. Kabut terkadang turun di atas kawah. Nuansa mistis di Kawah Putih menjadi makin lengkap. Mistis dalam artian memanjakan imajinasi pengunjung.

Kandungan belerang yang cukup tinggi, membuat pengunjung tidak diperbolehkan berenang atau mandi di area kawah. Bukan hanya itu, di bawah pengunjung ditawari masker seharga Rp 5.000 untuk dipergunakan saat mendekat kawah. Jika tidak ingin membeli sebaiknya membawa masker dari rumah. Terlalu dekat dengan kawah untuk waktu lama juga tidak diperbolehkan.

Untuk dapat masuk ke kawah putih, setiap orang dikenakan tarif Rp 15.000 untuk wisatawan lokal, dan wisatawan asing dikenakan Rp 30.000. Sedangkan kendaraan dikenakan biaya parkir Rp 150.000. Apabila tidak membawa kendaraan, telah disiapkan kendaraan untuk ke kawah dengan tarif Rp 10.000 per orang. Tempat wisata ini buka mulai pukul 07.00 sampai 17.00.

Demikian artikel tentang nuansa mistis di Kawah Putih. Semoga bermanfaat dan selamat berwisata ke kawah penemuan Junghun.

Leave a Reply