Bukan Jalan-Jalan Biasa Dengan Kelompok Riset Cekungan Bandung

Kelompok Riset Cekungan Bandung

Kelompok Riset Cekungan Bandung | Foto : mbasic.facebook.com

Bukan jalan-jalan biasa dengan kelompok riset cekungan Bandung, dapat dilakukan di manapun di Bandung. Komunitas yang berkonsentrasi terhadap tiap cekungan yang ada di Bandung ini, memang menerapkan konsep jalan-jalan untuk risetnya. Tentu dengan maksud untuk menggali lebih banyak pengetahuan dari lingkungan sekitar.

Bukan Jalan-Jalan Biasa Dengan Kelompok Riset Cekungan Bandung

Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB)

Kelompok Riset Cekungan Bandung atau yang biasa disingkat KRCB, adalah komunitas yang terdiri atas beberapa dosen geologi di ITB dan peneliti Puslitbang, Geoteknologi LIPI, serta mahasiswa. Mereka mendirikan komunitas ini, untuk menjawab tantangan untuk memperoleh gambaran sesungguhnya peta dan kondisi kebumian di Bandung. Sebab masalah kebumian masih melulu terhenti di batas teori, tanpa memperhatikan konsep perubahan alam. Ide ini tercetus pada tahun 1999.

Ide bukan jalan-jalan biasa dengan KRCB, muncul ketika beberapa dosen ITB dikirim bersekolah ke Jepang. Di sana ada satu komunitas yang terdiri atas dosen, peneliti, swasta, mahasiswa dan masyarakat umum yang senantiasa mengadakan agenda jalan-jalan. Jalan-jalan yang dilakukan tentu untuk mengamati kondisi sekitar dan kemudian dibahas dalam sebuah riset. Menariknya semua orang dalam komunitas tersebut berada pada posisi yang sama. Semua ingin tahu dan membutuhkan ilmu baru.

Posisi ingin tahu tersebut juga diterapkan dalam Kelompok Riset Cekungan Bandung. Tidak ada profesor, guru besar atau orang yang lebih berpengalaman. Semua memiliki pengalaman menarik terhadap cekungan yang ada di Bandung. Dalam pertemuan-pertemuannya, semua anggota boleh menjadi pemateri dan meskipun masih belia pendapatnya diterima dan dihargai para dosen. Tidak ada kekakuan organisasi dalam komunitas ini, meski rasa hormat menghormati tetap diterapkan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang menyebabkan proses riset atau penelitian akan berjalan lebih baik, sebab mempertimbangkan banyak hal.

Hingga 2004 komunitas ini telah mempelajari beberapa cekungan Bandung, seperti Karst Citatah, Saguling, Aliran Ci Meta dan Ci Taruna, Sesar Lembang, dan Gunung Tangkubanparahu. Untuk kawasan selatan meliputi Cekungan Cicalengka dan Nagreg. Hal luar biasa yang pernah dilakukan komunitas adalah penemuan artefak prasejarah di Guwa Pawon. Di masa mendatang tentunya makin banyak hal yang akan ditemukan oleh KRCB.

Pendanaan KRCB berasal dari para anggotanya sendiri, namun terdapat sebelas anggota tetap yang senantiasa mendukung dan mendanai komunitas. KRCB menggunakan prinsip daun singkong, dimana penelitian dilakukan secara simultan dengan urutan tertentu agar menghasilkan pengetahuan baru. Ketergesa-gesaan justru akan menghancurkan. Demikian sedikit ulasan bukan jalan-jalan biasa dengan Kelompok Riset Cekungan Bandung. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply