Sejarah Perkembangan Kawasan Pusat Belanja Pasar Baru Bandung

Gedung Pasar Baru Bandung

Gedung Pasar Baru Bandung | Foto : Pasar Baru Bandung

Pasar Baru Bandung merupakan pasar untuk berbelanja baju, kain, dan barang lain yang sangat terkenal dari kota Bandung. Pasar ini terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata. Pasar ini dinamai dengan nama Pasar Baroeweg pada masa Belanda. Bangunan yang berdiri megah sekarang ini dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2003.

Sejarah Perkembangan Kawasan Pusat Belanja Pasar Baru Bandung

Sebelumnya, Pasar Baru merupakan pusat perbelanjaan dengan model pasar tradisional. Pasar Baru merupakan salah satu pasar tertua di Bandung yang masih berdiri hingga sekarang ini. Pasar Baru Bandung sebelumnya berpusat di daerah Ciguriang, sekitar Jalan Kepatihan. Pasar ini terbakar akibat kerusuhan pada tahun 1842. Ruas jalan Ciguriang sendiri masih ada hingga sekarang ini.

Akibat kerusuhan yang merusak berbagai kios ini, pedagang kemudian direlokasi di lokasi sekarang ini. Di sekitar Pasar Baru sebenarnya sudah berdiri berbagai toko yang dimiliki pengusaha masa itu. Nama pengusaha itu bahkan diabadikan menjadi nama jalan-jalan kecil di seputar Pasar Baru.

Baru pada tahun 1906 didirikan bangunan semi permanen di Pasar Baru Bandung. Bangunan ini dibagi menjadi jajaran pertokoan di depan dan los pedagang di belakangnya. Bangunan ini dikembangkan dan diatur kembali pada tahun 1926. Pasar ini sempat menyandang predikat pasar terbersih dan paling teratur di Hindia Belanda pada tahun 1935. Pasar Baru kemudian berkembang setelah Indonesia merdeka. Pasar ini dirombak dan dibangun menjadi lebih modern pada tahun 1970-an. Namun baru pada tahun 2001 dibangun gedung megah untuk menggantikan konsep pasar tradisional sebelumnya.

Karena terletak di selatan kota Bandung maka Pasar Baru merupakan tempat perlintasan transportasi yang padat. Jalanan di depan dan sekitar Pasar Baru Bandung selalu ramai dan macet setiap harinya. Pada jam berangkat dan pulang kerja, hampir dipastikan jalanan di depan Pasar Baru macet cukup panjang. Jalan Otto Iskandar Dinata dan Jalan Sudirman memang terkenal sebagai bangunan pusat tokot-toko dan selalu macet. Namun bentuk bangunan yang masih klasik membuat suasana zaman dahulu masih bertahan hingga sekarang ini.

Pasar Baru kini semakin ramai dan hampir tidak ada kios kosong di dalamnya. Kita bisa berbelanja berbagai barang tekstil sepertu baju, celana, kain-kain, atau tas. Kita bisa juga berburu oleh-oleh khas di Pasar Baru. Pasar Baru memang tidak hanya menyajikan berbagai barang tekstil, makanan dan oleh-oleh juga banyak tersebar di toko-toko seputar Pasar Baru. Suasana Bandung utara yang asri memang tidak terlihat di seputaran Pasar Baru Bandung. Namun bangunan berasitektur campuran kolonial dan Cina membuat kawasan Pasar Baru selalu menyajikan nuansa yang menyenangkan.

Leave a Reply