Menengok Indahnya Kelenteng Satya Budhi di Bandung

Kelenteng Satya Budhi Bandung

Kelenteng Satya Budhi Bandung | Foto : inioke.com

Bandung banyak diisi dengan bangunan bersejarah. Salah satu bangunan-bangunan bersejarah di Bandung tentu saja rumah ibadah. Rumah ibadah banyak yang sudah berumur ratusan tahun dan memiliki kisah panjang berliku. Bangunan rumah ibadah itu seringkali masih keliatan klasik dan indah. Salah satu bangunan rumah ibadah yang indah dan bersejarah di Bandung adalah Kelenteng Satya Budhi.

Menengok Indahnya Kelenteng Satya Budhi di Bandung

Kelenteng yang bersebelahan dengan Vihara ini berada di Jalan Kelenteng No.223 A. Bangunan ini termasuk tua. Diperkirakan kelenteng ini dibangun pada tahun 1896. Walaupun sudah tua, namun kelenteng ini bukanlah yang tertua di Jawa Barat. Kelenteng ini dibangun oleh etnis Tionghoa yang berada di Bandung waktu itu. Kelenteng ini memang berada di daerah Pecinan Kota Bandung waktu itu. Kelenteng ini dinamai Xie Tian Gong pada tahun 1917. Sebelumnya tempat ini dipakai tempat beribadah bersama bernama Sheng Di Miao.

Nama kelenteng ini berubah menjadi Satya Budhi pada masa Orde Baru. Karena Kong Hu Chu belum menjadi agama yang diakui negara waktu itu, maka Kelenteng Satya Budhi dianggap merupakan sebuah Wihara. Namun sekarang, kelenteng ini sudah menjadi tempat ibadah orang beragama Kong Hu Chu, serta bagi mereka yang beragama Budha atau Taoisme. Walau tidak sebesar kelenteng di Semarang atau kota pesisir lain, Satya Budhi tetap nampak indah dan sering dikunjungi wisatawan, termasuk dari China.

Kelenteng Satya Budhi ini terletak di dalam Pecinan China. Suasana Jalan Kelenteng memang nampak suasana Pecinan umumnya. Satya Budhi memiliki tanah lapang yang luas di dalamnya. Bangunan kelenteng ini didominasi dengan warna merah. Di depan bangunan terdapat patung Dewa Guan Gong yang menunggangi kuda. Patung ini sebagai simbol perlindungan bagi mereka yang akan masuk ke dalam kelenteng. Ada gambaran mural yang bercerita tentang dewa-dewa China. Kita bisa mencium semerbak harum bau dupa dari depan kelenteng.

Di sekitar kelenteng kita akan menjumpai banyak warga etnis Cina yang sedang melakukan kegiatan. Seringkali juga ada warga pribumi yang turut berkegiatan  di area ini. Suasana damai dan hening akan terasa saat berada di area dan vihara kelenteng Satya Budhi ini. Jika ingin menjumpai suasana yang ramai dan semarak, maka kita bisa mendatangi kelenteng pada saat Imlek. Kita akan menjumpai ratusan warga Bandung yang memadati kelenteng untuk berdoa. Suasana yang semarak dan damai ini terlihat karena banyak juga warga Bandung non-Kong Hu Chu, Taoisme, dan Budha yang penasaran melihat prosesi Imlek.

Leave a Reply