Objek Wisata Bandung Timur Yang Jarang Dikunjungi

Objek Wisata Bandung

Objek Wisata Bandung | Foto : www.anneahira.com

Objek wisata Bandung, sangatlah banyak dan tersebar hampir di seluruh wilayah Bandung. Namun demikian, tak bisa dipungkiri jika wilayah Bandung Timur hingga saat ini masih jarang dikunjungi, sekali pun menyimpan potensi wisata, terutama wisata alam di ketinggiannya.

Objek wisata Bandung Timur yang sudah terkenal dari sejak dulu antara lain Oray Tapa, Batu Kuda, Batu Lonceng dan Curug Cinulang. Semua objek wisata tersebut merupakan wisata alam yang berada di ketinggian. Kendati memiliki potensi alam yang sangat menawan, namun objek wisata tersebut bisa dikatakan jarang sekali dikunjungi. Salah satu alasan yang paling kuat adalah kurangnya akses ke tempat wisata tersebut, terutama transportasi juga fasilitas dan sarana penunjuang lainnya.

Oray Tapa

Oray Tapa | Foto : www.wisatabandung.co.id

Bayangkan saja, untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan ojek sebagai satu-satunya moda transportasi umum. Hal ini tentu saja merupakan satu keterbatasan atau masalah yang sangat serius dalam dunia pariwisata. Bagaimana pun transportasi akan sangat berhubungan dengan kemudahan mencapai lokasi. Artinya, semakin mudah pencapaian lokasi, ketenaran dan kunjungan wisata akan semakin meningkat, begitu pun sebaliknya.

Ketersediaan transportasi seperti ini, tentunya akan sangat berkaitan dengan kenyamanan dan biaya saat berwisata. Bayangkan saja saat seseorang mengunjungi tempat di atas dengan menggunakan ojek, maka apa yang ada di pikirannya saat menjejakkan kaki di tempat wisata bukanlah bagaimana cara menikmati tempat wisata tersebut, melainkan bagaimana caranya ia bisa kembali dari tempat tersebut. Dengan kata lain, kenyamanan wisata telah terganggu sejak kedatangannya di tempat wisata.

Pemandangan Gunung dari Oray Tapa

Transportasi Menuju Tempat Wisata | Foto : www.gopixpic.com

Jika pun harus mencarter ojek untuk pulang pergi, maka wisatawan harus dituntut untuk tawar-menawar harga. Artinya, biaya yang dikeluarkan untuk berwisata ke tempat di atas akan sangat tergantung pada kepiawaian wisatawan untuk bernegosiasi. Itu juga berarti tak ada patokan harga yang jelas untuk moda transportasi saat berwisata ke tempat tersebut.

Fasilitas dan sarana penunjang lainnya juga termasuk dalam hal yang sangat diperhitungkan. Semisal kurangnya tempat makan di area wisata. Bagaimana pun tempat makan adalah fasilitas yang sangat vital dalam kegiatan wisata.

Oray Tapa Gunung Manglayang di Bandung

Alat Transportasi Alternatif Oray Tapa Gunung Manglayang di Bandung | Foto : indotripfoto.com

Berwisata bukan hanya berkaitan dengan bagaimana cara menikmati alam atau tempat wisata, melainkan bagaimana pula caranya untuk memenuhi energi. Apalah artinya berwisata jika wisatawan harus kehilangan energi karena menahan rasa lapar. Hanya dari uraian di atas saja, kiranya sangat wajar jika objek wisata Bandung Timur sepi peminat atau jarang sekali dikunjungi.

Leave a Reply