Rumah Makan Bancakan Bandung, Sajian Kampung Yang Memikat

Rumah Makan Bancakan Bandung

Rumah Makan Bancakan Bandung | Foto : www.haphap.com

Tak bisa dipungkiri, jika kesan kampung memeng melekat di Rumah Makan Bancakan Bandung ini. siapa pun tahu bahwa seluruh yang ada di tempat ini, baik dekorasi, suasana, hingga sajian menunya memang menghadirkankesan tersebut. namun apa sebenarnya  yang menjadi daya tarik atau pemikat rumah makan ini hingga ramai dikunjungi oleh golongan umur dan kelas ekonomi?

Rumah Makan Bancakan Bandung, Sajian Kampung Yang Memikat

Suasana Guyub

Bandung dan wilayah di tatar Pasundan lainnya memiliki masyarakat yang sifatnya guyub. Sifat seperti ini seringkali diitonjolkan dari masyarakat yang sering dan senang berkumpul untuk sekadar bercanda, makan-makan atau gotong royong untuk beragam hal. Sifat guyub pun cenderung merujuk pada masyarakat yang egaliter dalam artian tidak terlalu mementingkan status dan kedudukan.

Sifat egaliter ini, tentu saja ditunjukkan dalam aktivitas berkumpul. Saat masyarakat berkumpul untuk bercanda, maka setiap orang seolah tak lagi memiliki batasan terhadap orang lain dalam kelompoknya. Mereka bisa melontarkan apa saja semaunya, tentunya dalam konteks bercanda bukan dalam keseriusan. Saat berkumpul untuk melakukan pekerjaan, setiap orang melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugasnya masing-masing. Bahkan tak jarang ada yang overlaping hanya untuk membantu yang lain.

Sifat seperti ini pun ditunjukkan pula dalam kegiatan makan di mana orang Sunda lebih senang untuk makan berkumpul, baik dengan keluarga, tetangga atau orang lain. Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa restoran ini dinamakan dengan Rumah Makan Bancakan Bandung. Makan secara berkumpul inilah yang kemudian diistilahkan sebagai bancakan. Di masa lalu, istilah bancakan pun digunakan juga untuk membagi bubur merah-bubur putih dan urab setelah proses kelahiran, umumnya saat bayi puput (kulit arinya lepas).

Konsep bancakan yang diterapkan oleh rumah makan ini, ditunjukkan dengan meja panjang yang digunakan sebagai tempat makan “ngariung” atau berkumpul dalam satu tempat. Dengan cara seperti ini, setiap pelanggan akan merasa tak lagi memiliki batasan dengan pelanggan lainnya. Semua seolah diperlakukan sama dan memiliki hak yang sama di tempat itu. Perasaan dekat inilah yang menimbulkan kesan mendalam bagi pelanggan. Bagaimana pun manusia adalah makhluk sosial yang memang butuh orang lain dalam kehidupannya. Mungkin seperti itulah kesan ilmiah yang bisa dibongkar dari rumah makan Bancakan Bandung ini.

Nilai egaliter pun tercermin juga dari menu atau sajiannya yang berharga murah dan sangat bisa terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kasarnya, hanya dengan mengantongi uang 10.000 hingga 15.000 pun, pengunjung telah bisa menikmati suasana di tempat ini.\

Leave a Reply