Makan Beralaskan Daun di Cafe Alas Daun Bandung

Cafe Alas Daun Bandung

Cafe Alas Daun Bandung | Foto : www.kulinerbdg.com

Cafe Alas Daun Bandung, mungkin lebih tepat jika disebut sebagai restoran atau rumah makan. Hal ini bisa saja terjadi karena tempat ini memang menampilkan kesan yang cenderung formal. Bukan hanya dari dalam, dari luar pun kesan formal pun ditampilkan dengan desain-desain yang tertata rapi dan teratur, seolah memang menunjukkan kaidah estetika yang benar. Kesan yang secara tegas memberikan batas untuk bersikap dan bertindak.

Terlepas pengkategorian antara cafe dan resto atau kesan yang ditampilkannya, beberapa keunikan yang ada diĀ  tempat bernama cafe Alas Daun Bandung ini, memang wajib diulas.

Makan Beralaskan Daun di Cafe Alas Daun Bandung

Tema

Tema yang diusung oleh Alas Daun adalah tema Sunda. Tema semacam ini bukan hanya terasa dari desain tempatnya, tetapi juga dari menu dan cara makannya. Siapa pun tahu dan paham, jika parasmanan adalah konsep yang diusung oleh banyak rumah makan Sunda, termasuk tempat ini.

Di tempat display, kita mengambil dan membawa langsung makanan ke meja sendiri. Namun untuk menu lain yang perlu dibakar, digoreng atau dihangatkan, pesanan biasanya diantar oleh pelayan. Namun demikian, tak perlu takut untuk menunggu lama, sebab pelayanan di tempat ini terbilang cukup cepat.

Yang paling unik adalah pengunjung Cafe Alas Daun Bandung ini hanya diberikan daun pisang sebagai alas makan atau piring. Hal ini jugalah yang menjadi dasar penamaan Alas Daun sebagai nama tempatnya. Alas daun pisang seperti ini sebenarnya merupakan budaya Sunda tempo dulu dalam prosesi makan.

Di masa lalu, semua bahan makanan, mulai dari nasi hingga lauk pauk biasanya disajikan langsung di atas lembaran daun pisang. Beberapa orang kemudian akan menyantap makanan tersebut secara bersama-sama, di atas alas yang sama. Meski cara seperti ini biasanya dilakukan dalam beberapa kegiatan atau acara yang berhubungan dengan pergaulan. Namun, secara sosial hal seperti ini dianggap memiliki nilai kebersamaan dan solidaritas yang sangat tinggi. Karenanya wajar, jika masyarakat Sunda kemudian dikenal sebagai masyarakat yang cenderung egaliter.

Cara makan yang ada di tempat ini, tentunya tidak menggunakan cara seperti itu. Alas daun hanya dijadikan sebagai pengganti piring. Itu artinya, setiap pengunjung memiliki alas daun masing-masing.

Tak perlulkhawatir perihal harga. Sebab tempat yang dari penampakkannya terlihat cozzy, mewah dan mahal ini, justru menetapkan harga yang relatif murah untuk setiap item masakannya. Sebagai gambaran, per item makanan bisa didapat dengan harga di bawah Rp. 10.000 saja.

Tertarik untuk menyantap masakan Sunda menggunakan Alas Daun? Mari datangi Cafe Alas Daun Bandung di Jl. Citarum no 34, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Leave a Reply