Paguyuban Tato Bandung: Mengenalkan Tato Sebagai Seni

Mengenalkan Tato Sebagai Seni

Mengenalkan Tato Sebagai Seni | Foto : citizenmagz.com

Mengenalkan tato sebagai seni adalah tujuan utama dari Paguyuban Tato Bandung (PTB). Paguyuban yang baru berdiri pada 9 Agustus 2010 ini sebenarnya merupakan wadah bagi peminat tato. Peminat yang dimaksud adalah semua kalangan, mulai dari artis tato, seniman tato atau pun kolektor tato.

Paguyuban Tato Bandung: Mengenalkan Tato Sebagai Seni

Stigma dan Falsafah Tato

Seperti telah diketahui banyak orang bahwa tato masih saja memiliki nilai negatif, terlebih jika dihadapkan pada nilai-nilai keagamaan. Khususnya Islam yang mengajarkan pemeluknya bahwa orang yang ditato, shalatnya tak akan diterima. Pandangan seperti ini sebenarnya memicu banyak tafsiran dan banyak sanggahan termasuk dari kaumnya sendiri yang lebih melihat dari segi niat dan keseriusan beribadat orang-orang yang terlanjur ditato.

Apa pun anggapannyaanggapan atau pandangannya, bahasan ini sama sekali tak berniat memihak pada golongan tertentu, terlebih menjerumuskan pembahasan pada sara. Sebab pokok bahasan yang akan diuraikan hanya berkaitan dengan pandangan tato secara umum (dari masyarakat) dan para penikmat tato.

Penikmat tato seperti yang telah disebutkan di atas, termasuk artis, seniman dan kolektor tato semuanya sepakat bahwa tato adalah seni. Seni yang dimaksud bisa dilihat dari beragam sudut pandang, mulai dari keindahan, cara menato hingga falsafah yang ada dalam tato dan berkaitan dengan pandangan hidupnya.

Semisal, seseorang mungkin ingin menato nama orang paling dekat dengannya.  Mereka yang memiliki keinginan seperti ini, bisa dipastikan bahwa mereka ingin mencatatkan sejarah hidupnya pada tubuhnya sendiri. Atau bisa juga sebagai salah satu simbol dari kesetiaan, sebab bagaimana pun tato bisa dikatakan sebagai gambar seumur hidup.

Sekali pun saat ini bisa dihapus dengan menggunakan teknologi yang sangat mahal, namun rajahan tubuh tersebut tetap tak akan hilang secara sempurna. Hal itu sesuai dengan falsafah sejarah yang pernah dicatatnya. Dalam artian sekali pun suatu saat orang tersebut bisa saja putus atau berpisah dengan orang yang dianggapnya dekat, namun sejarahnya tak akan bisa lepas dalam kehidupannya.

Tujuan PTB

Sekilas telah disebutkan di atas bahwa salah satu tujuan didirikannya PTB adalah mengenalkan tato sebagai seni. Dalam pandangan ini, komunitas ini berusaha mengubah pandangan masyarakat tentang orang bertato yang tak selalu identik dengan tindak kriminal atau premanisme. Buktinya sangat banyak,  baik dari kolektor tato (orang bertato) sendiri mau pun dari gambar-gambar tato.

Dari sudut pandang kolektor jelas, bahwa saat ini makin banyak orang yang menggemari seni tato. Dalam artian tato tak lagi dipandang sebagai simbol premanisme atau kejahatan. Sedangkan dari sudut pandang gambar tato, saat ini gambar yang dibuat semakin memiliki nilai seni yang tinggi terutama dengan kehadiran tato tiga dimensi yang seolah-olah hidup dan menonjol.

Bukan hanya itu banyak juga gambar-gambar lucu seperti tokoh kartun yang sekaligus membuktikan bahwa tato sama sekali tidak berkaitan dengan karakter seseorang. Namun, lebih pada kehendak. Inilah yang menjadi tujuan dari komunitas yang mengenalkan tato sebagai seni di Bandung.

Leave a Reply