Mengunjungi Goa Belanda dan Goa Jepang di Kota Bandung

Goa Belanda dan Goa Jepang

Goa Belanda dan Goa Jepang | Foto : tahuradjuanda.jabarprov.go.id

Berdasarkan sejarah, goa Belanda dan goa Jepang bisa dikatakan sebagai kamp militer di masanya. Fungsinya beragam, mulai dari benteng pertahanan hingga tempat menyimpan amunisi. Di Bandung sendiri, sebenarnya banyak goa-goa buatan peninggalan Belanda dan Jepang yang memiliki fungsi seperti di atas. Salah satu lokasi yang bisa dikunjungi untuk melihat goa buatan tersebut adalah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura Djuanda).

Taman Hutan Raya ini lebih dikenal warga Bandung sebagai Goa Pakar sebab lokasinya memang berada di Dago Pakar. Agar pembahasan menjadi lebih fokus. Berikut adalah ulasan tentang Goa Belanda dan Goa Jepang di Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda.

Mengunjungi Goa Belanda dan Goa Jepang di Kota Bandung

Goa Belanda

Goa Belanda yang ada di lokasi ini, pernah digunakan untuk beragam keperluan salah satunya digunakan sebagai tahanan. Di mulut goa, yang sangat besar dan tinggi, akan terlihat seberkas cahaya yang menembus dari mulut lainnya. Cahaya yang tak sampai ke tengah tersebut, secara tegas menunjukkan bahwa lorong tersebut sangatlah panjang dan gelap.

Memasuki lorong utama tersebut, ada beberapa ruangan yang saling terhubung. Namun, karena kondisinya sangat gelap maka jarang sekali ada pengunjung yang berani memasuki lorong-lorong tersebut. Namun demikian, jangan takut tidak mendapatkan penerangan, sebab di mulut goa ada beberapa penjaga yang menyewakan senter sebagai alat penerangan.

Goa Belanda ini, sebenarnya bisa juga digunakan sebagai jalan tembus menuju lokasi wisata lainnya yaitu Maribaya yang berada di wilayah Lembang.

Goa ini dipercaya memiliki kesan angker, mungkin karena keadaan gelapnya. Kesan angker seperti ini, diperkuat dengan seringnya diadakan acara uji nyali di lokasi ini. Jika ditelaah dalam sudut pandang ilmiah, acara tersebut, tentunya menghasilkan dampak baik positif dan negatif terhadap perkembangan wisata di goa ini. Dampak negatifnya, bisa saja angker tersebut membuat wisatawan menjadi takut untuk mengunjungi Tahura. Sedangkan dalam kaca mata positif, keangkeran tersebut bisa dipandang sebagai kearifan lokal untuk melestarikan wilayah ekologi di lokasi ini. Apa pun itu, keberadaan Goa Belanda adalah bukti sejarah Indonesia yang tak bisa dihapus begitu saja.

Goa Jepang

Goa Jepang berada tak jauh dari Goa Belanda. Dengan kata lain, letaknya masih satu lokasi dengan goa Belanda. Goa ini sangat berbeda dengan goa Belanda yang terlihat megah, besar dan kokoh. Perbedaan paling mendasar adalah goa ini seperti goa alam dengan mulut goa yang kecil, tidak terlalu dalam dan tidak ada pengerasan di dindingnya.

Lokasinya berada tepat di samping jalan yang terhubung dan tembus langsung ke Goa Jepang. Jalan yang berada langsung di tepian sungai yang cukup deras ini memang memberikan suasana lain. Sebab deru suara air dan hempasan angin di pepohonan akan memberikan nuansa alan yang tak pernah terlupakan.

Itulah sekilas pembahasan mengenai goa Belanda dan goa Jepang yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Leave a Reply