Pemerintah Kota Bandung Terus Mengkampanyekan Program Selasa Tanpa Rokok

Program Selasa Tanpa Rokok

Program Selasa Tanpa Rokok | Foto : twitter. (com)

Program Selasa Tanpa Rokok merupakan salah satu program yang terus dikampanyekan pemerintahan Kota Bandung. Program ini adalah program nyata dalam upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga Bandung.
Beragam data dan referensi menunjukkan bahwa rokok lebih banyak mendatangkan efek buruk bagi kesehatan. Bukan hanya berhubungan langsung dengan penyakit paru-paru dan pernafasan, namun dianggap juga sebagai pemicu kanker terbesar dalam dunia kesehatan.

Di sisi lain, lebih dari 50% warga Bandung dan Indonesia adalah perokok. Tingginya jumlah perokok di Bandung dan Indonesia, tentunya berkaitan dengan budaya merokok di masyarakat. Seperti diketahui, merokok seolah telah menjadi hal yang biasa dalam masyarakat. Kebiasaan seperti ini bahkan biasa dilihat dari istilah-istilah umum semisal pemberian upah yang kerap diganti sebagai uang rokok.

Istilah Uang Rokok

Istilah Uang Rokok | Foto : www.breitbart. (com)

Secara linguistik, istilah ‘uang rokok’  tentu saja mengacu pada uang atau upah yang memang dikhususkan untuk rokok. Namun pemaknaannya tentu saja lebih dari itu. Penggunaan istilah uang rokok, secara tidak sadar tentunya akan menguatkan persepsi tentang merokok yang dianggap sebagai hal biasa, tanpa efek samping atau dampak negatif. Lebih dari itu, penggunaan istilah ini akan membuat rokok seolah menempati posisi yang penting, vital atau dianggap sebagai kebutuhan utama di samping makan.

Kembali pada permasalahan program selasa tanpa rokok, sepertinya baru efektif di instansi atau dinas-dinas kepemerintahan. Dengan kata lain, program ini belum menyentuh masyarakat umum dan lapisan bawah. Buktinya, masih banyak warga yang terlihat merokok pada hari selasa.

Larangan Merokok

Larangan Merokok | Foto : jpdollarz. (com)

Di sisi lain, merokok atau tidak merokok lebih berhubungan dengan kesadaran pribadi. Artinya sebagus apa pun program tak akan berjalan efektif jika tak menyentuh kesadaran warga. Dengan kata lain, sosialisasi program-program kesehatan seharusnya lebih menitikberatkan pada aspek kesaaran warga terhadap potensi negatif yang ditimbulkan akibat merokok agar bisa berjalan lebih efektif.

Namun demikian, tak bisa dipungkiri juga jika keadaan seperti ini memang terjadi karena kurangnya sosialisasi. Banyak warga Bandung yang memang tidak tahu menahu tentang program ini. Ditambah lagi tak ada aturan ketat dan mengikat bagi pelanggar yang merokok di hari ini.

Larangan Merokok di Bandung

Larangan Merokok di Bandung | Foto : m.inilah. (com)

Sebagaimana diketahui, aturan dan sanksi yang tegas sangat diperlukan untuk membuat efek jera. Kenyataannya, efek jera atau sanksi selalu lebih berhasil menciptakan kesadaran dalam program apa pun. Contoh sederhana adalah Perda K-3 tentang larangan buang sampah sembarangan dengan sanksi maksimal hingga ratusan juta rupiah.

Apakah program selasa tanpa rokok ini akan berhasil menyentuh kesadaran warga tentang pentingnya kesehatan?

Leave a Reply